Keutamaan Zulkaidah : Memperbanyak Zikir di Bulan-bulan Haji

Keutamaan Zulkaidah : Memperbanyak Zikir di Bulan-bulan Haji

Gaya Hidup | sindonews | Sabtu, 18 April 2026 - 15:30
share

Keutamaan bulan Zulkaidah penting diketahui umat Muslim. Sebagai salah satu dari 4 bulan yang dimuliakan (bulan Haram), umat Muslim dianjurkan memperbanyak amal saleh termasuk berzikir kepada Allah SWT.

Seperti diketahui, bulan Zulkaidah disebut bulan haramadalah karena besarnya kehormatan bulan tesebut serta dosa dan pahala di bulan-bulan tersebut juga besar.

Ibnu Abbas radhiyallahu 'anhuma berkata: "Allah mengkhususkan empat bulan dan menjadikannya sebagai bulan-bulan haram, lalu mengagungkan kehormatan di bulan tersebut, menjadikan dosa di dalamnya lebih besar dan menjadikan amal saleh berpahala lebih besar." Bulan Zulkaidah atau bisa juga dibaca dengan Dzulqi'dah, dinamakan demikian, karena bangsa Arab itu di bulan ini duduk-duduk dan tidak melakukan perang dalam rangka untuk menghormati dan mengagungkannya.

Oleh karenanya, Zulkaidah merupakan bulan yang sunyi senyap bagi Jazirah Arab saat itu. Karena biasanya mereka selalu mendengar hiruk pikuk peperangan di antara suku-suku di sana. Mereka adalah bangsa yang mana perang sudah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan mereka. Baca juga:Bulan Zulkaidah dalam Lintasan Sejarah: Keutamaan dan Peristiwa Pentingnya

Sebab lainnya dari dinamakan dengan Zulkaidah adalah mereka mempersiapkan segala sesuatu untuk melakukan perjalanan dalam rangka melaksanakan ibadah haji.

Keutamaan Bulan Zulkaidah

Di antara keutamaan dari bulan Zulkaidah adalah:

Pertama, termasuk bulan Haram.

Bulan Zulkaidah merupakan salah satu bulan Haram tanpa ada perselisihan pendapat sama sekali. Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:

…اِنَّ عِدَّةَ الشُّهُوْرِ عِنْدَ اللّٰهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِيْ كِتٰبِ اللّٰهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضَ مِنْهَآ اَرْبَعَةٌ حُرُمٌ

Artinya: "Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah adalah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menganiaya diri kamu dalam bulan yang empat itu." [At-Taubah: 36]

Kemudian dalam sebuah Hadis disebutkan bahwa Rasulullah ﷺ bersabda: "Sesungguhnya masa telah berputar sebagaimana keadaannya pada hari Allah menciptakan langit-langit dan bumi. Satu tahun ada 12 bulan. Di antaranya ada empat bulan haram. Tiga bulan haram itu berurutan yaitu Dzulqa'dah, Dzul-Hijjah dan Muharram, lalu Rajab Mudhar yang terletak di antara Jumada (Al-Akhirah) dan Sya'ban." [Hadits riwayat Al-Bukhari (3197) dan Muslim (1679)]

Kedua, tidak ada kezaliman kepada orang lain.

Bangsa Arab pada masa jahiliyah dahulu sangat mengagungkan negeri haram dan bulan-bulan haram. Di antara bentuk pengagungan mereka kepada bulan haram ini adalah mereka tidak menakut-nakuti seorang pun, tidak pula menuntut balas atas darah yang telah dialirkan. Seorang lelaki di bulan haram atau di negeri haram melihat orang yang membunuh ayahnya atau anaknya atau saudaranya itu tidak terpengaruh atau tergerak untuk melakukan serangan kepadanya.

Ketiga, termasuk bulan-bulan Haji

Zulkaidah termasuk bulan-bulan haji. Allah Ta'ala berfirman:…اَلْحَجُّ اَشْهُرٌ مَّعْلُوْمٰتٌ ۚ

"Musim haji itu (pada) bulan-bulan yang telah dimaklumi." [Al-Baqarah: 197]

Seorang sahabat Nabi ﷺ bernama Abdullah bin Umar radhiyallahu 'anhuma berkata, "Bulan-bulan haji adalah Syawal, Dzulqa'dah, dan 10 hari bulan Dzulhijjah." [Diriwayatkan oleh Al-Bukhari menyebutkannya di dalam shahihnya (2/141).

Keempat, termasuk bulan yang agung di sisi Allah.

Bulan-bulan haram termasuk di dalamnya bulan Zulkaidah adalah bulan-bulan yang agung di sisi Allah. Di dalam bulan-bulan ini diharamkan melakukan kezaliman terhadap diri sendiri dengan melakukan kemaksiatan dan melanggar batas-batas yang telah ditetapkan oleh Allah.

Oleh karena itu, kita agungkan hari-hari di bulan haram ini sebagaimana Allah Ta'ala mengagungkannya. Sesungguhnya bulan haram itu termasuk syiar-syiar Allah Ta’alasebagaiman firman-Nya:

ذٰلِكَ وَمَنْ يُّعَظِّمْ شَعَاۤىِٕرَ اللّٰهِ فَاِنَّهَا مِنْ تَقْوَى الْقُلُوْبِArtinya: "Demikianlah (perintah Allah). Dan barangsiapa mengagungkan syi'ar-syi'ar Allah, maka sesungguhnya itu timbul dari ketakwaan hati." [Al-Hajj: 32]

Imam Qatadah rahimahullah berkata: "Sungguh kezaliman di bulan-bulan haram itu lebih besar kesalahan dan dosanya daripada kezaliman di luar bulan haram. Meskipun kezaliman dalam segala keadaan itu merupakan perkara besar (dosanya) akan tetapi Allah mengagungkan urusan-Nya sesuai yang Dia kehendaki."

Memperbanyak Zikir

Salah satu cara mengagungkan Allah SWT adalah dengan memperbanyak zikir kepada Allah. Zikir merupakan pekerjaan hati dan lisan untuk senantiasa bertasbih serta mengagungkan Allah. Ini mengapa manfaat zikir kepada Allah dapat mendatangkan keberkahan hidup di dunia dan akhirat yang melimpah.

Manfaat zikir kepada Allah bisa menenangkan hati, pikiran, jiwa, dan raga seseorang. Ajaibnya lagi, manfaat zikir dapat melancarkan rezeki dan menjauhkan seseorang dari godaan jin. Bahkan zikir adalah salah satu amalan yang sangat disukai oleh Rasulullah SAW. Allah dalam Al-Qur'an Surat Al-ahzab ayat 41 memerintahkan hamba-Nya untuk berzikir sebanyak-banyaknya. Zikir setelah salat, zikir pagi petang, dan lain sebagainya. "Hai orang-orang yang beriman, berzikirlah (dengan menyebut nama) Allah, dengan zikir yang sebanyakbanyaknya." (QS. Al-Ahzab: 41)

Baca juga:Perbanyak Puasa di Bulan Zulkaidah, Begini Anjuran Hadis Nabi SAW

Topik Menarik