5 Gejala Autoimun pada Anak Wajib Diketahui Orang Tua, Nomor 3 Kerap Diabaikan

5 Gejala Autoimun pada Anak Wajib Diketahui Orang Tua, Nomor 3 Kerap Diabaikan

Gaya Hidup | inews | Rabu, 15 April 2026 - 05:45
share

JAKARTA, iNews.id - Kabar anak artis Meisya Siregar yang didiagnosis mengalami penyakit autoimun menjadi pengingat penting bagi para orang tua untuk lebih waspada terhadap kondisi kesehatan si kecil. Penyakit autoimun merupakan gangguan ketika sistem kekebalan tubuh justru menyerang sel-sel sehat dalam tubuh.

Kondisi autoimun kerap sulit dikenali sejak awal. Gejalanya sering menyerupai penyakit umum seperti kelelahan, demam, hingga gangguan pencernaan, sehingga kerap dianggap sepele.

Pada anak, autoimun bisa berkembang secara perlahan tanpa disadari. Jika tidak ditangani dengan cepat, kondisi ini berpotensi memengaruhi kualitas hidup hingga tumbuh kembang anak.

Sebab itu, penting bagi orang tua memahami tanda-tanda awal autoimun agar penanganan dapat dilakukan sedini mungkin. Berikut lima gejala autoimun pada anak yang perlu diwaspadai:

1. Mudah Lelah Berlebihan
Anak dengan autoimun biasanya tampak lelah meski tidak melakukan aktivitas berat. Kondisi ini berlangsung terus-menerus dan tidak membaik walau sudah beristirahat cukup.

2. Demam Berulang Tanpa Sebab Jelas
Demam yang sering muncul tanpa adanya infeksi yang jelas dapat menjadi tanda gangguan pada sistem imun. Gejala ini umumnya terjadi berulang dalam periode tertentu.

3. Nyeri Sendi dan Otot
Beberapa jenis autoimun memicu peradangan pada sendi dan otot. Anak bisa mengeluh nyeri saat bergerak, bahkan mengalami pembengkakan di area tertentu.

4. Ruam atau Perubahan pada Kulit
Munculnya ruam, bercak kemerahan, atau perubahan kondisi kulit dapat menjadi salah satu indikasi autoimun. Pada beberapa kasus, ruam muncul setelah terpapar sinar matahari.

5. Gangguan Pencernaan
Autoimun juga bisa menyerang sistem pencernaan. Gejalanya meliputi diare berkepanjangan, sakit perut, hingga penurunan berat badan tanpa penyebab yang jelas.

Orang tua diimbau tidak mengabaikan gejala-gejala tersebut. Jika anak menunjukkan tanda mencurigakan, segera konsultasikan ke dokter untuk mendapatkan diagnosis dan penanganan yang tepat.

Deteksi dini sangat penting untuk membantu mengontrol penyakit autoimun. Melalui penanganan yang tepat, anak tetap dapat menjalani aktivitas sehari-hari secara optimal.

Topik Menarik