Kenapa Pemeriksaan Biometri Penting untuk Katarak? Dokter Beberkan Alasannya!
JAKARTA, iNews.id - Banyak pasien katarak berharap penglihatannya kembali jernih setelah operasi. Namun, hasil akhir tindakan tersebut ternyata tidak hanya bergantung pada proses operasi, melainkan juga pada pemeriksaan awal yang dilakukan sebelumnya, salah satunya adalah pemeriksaan biometri.
Pemeriksaan biometri menjadi tahapan penting dalam persiapan operasi katarak. Dokter Spesialis Mata Subspesialis Mata Katarak dan Bedah Refraksi RS Pondok Indah – Pondok Indah dr Amir Shidik, Sp.M, Subsp. K.B.R., menjelaskan bahwa prosedur ini digunakan untuk mengukur panjang bola mata dan kekuatan kornea guna menentukan jenis serta kekuatan lensa tanam (intraocular lens/IOL) yang akan digunakan.
"Setiap mata memiliki karakteristik yang berbeda. Karena itu, lensa yang ditanam tidak bisa disamaratakan. Pemeriksaan biometri membantu kami menentukan pilihan yang paling tepat untuk setiap pasien," ujarnya dalam keterangan resmi, Kamis (9/4/2026).
Dalam operasi katarak, kata dr Amir, lensa mata yang keruh akan diganti dengan lensa buatan. Meski prosedurnya tergolong cepat dan memiliki tingkat keberhasilan tinggi, hasil penglihatan pascaoperasi sangat dipengaruhi oleh ketepatan perhitungan lensa yang digunakan.
Jika pengukuran tidak akurat, pasien berisiko masih mengalami gangguan penglihatan, seperti buram atau tetap membutuhkan kacamata. Sebaliknya, hasil biometri yang presisi dapat meningkatkan peluang pasien mendapatkan penglihatan yang optimal.
Kapan Pemeriksaan Biometri Dilakukan?
Pemeriksaan biometri umumnya dilakukan setelah pasien dipastikan akan menjalani operasi katarak. Artinya, prosedur ini menjadi bagian dari tahap persiapan sebelum tindakan dilakukan, bukan saat diagnosis awal.
Keputusan operasi biasanya diambil ketika katarak sudah mulai mengganggu aktivitas sehari-hari, seperti membaca, bekerja, atau mengemudi. Pada tahap inilah dokter akan melanjutkan dengan pemeriksaan biometri untuk memastikan kesiapan operasi.
Dokter Amir juga menegaskan bahwa pemeriksaan biometri tidak dapat digantikan oleh metode lain karena berperan langsung dalam menentukan kekuatan lensa tanam. Tanpa pemeriksaan ini, dokter tidak memiliki dasar yang akurat untuk memilih lensa yang sesuai dengan kondisi mata pasien.
Selain itu, kompetensi tenaga medis dalam melakukan pengukuran juga menjadi faktor penting. Ketelitian dalam proses ini akan sangat berpengaruh terhadap hasil akhir operasi.
Dengan kata lain, pemeriksaan biometri bukan sekadar prosedur tambahan, melainkan bagian penting yang menentukan kualitas penglihatan setelah operasi katarak.
Pasien pun disarankan untuk tidak mengabaikan tahapan ini dan memastikan pemeriksaan dilakukan secara tepat. Dengan persiapan yang optimal, peluang untuk mendapatkan kembali penglihatan yang jernih setelah operasi katarak akan semakin besar.










