Harga Plastik Naik Tajam, Kedai Kopi Sarankan Pelanggan Bawa Tumbler Sendiri
JAKARTA - Melonjaknya harga plastik di Indonesia akibat konflik di Timur Tengah atau perang Amerika Serikat, Israel, dengan Iran membuat beberapa sektor usaha harus memutar otak demi keberlangsungan penjualan dan menekan budget plastik yang cukup tinggi.
Seperti yang dilakukan oleh Jue Kopi, salah satu kedai kopi kecil di Jalan Taman Cibeunying Utara, Kota Bandung, Jawa Barat. Kedai ini akhirnya harus menyarankan kepada semua pelanggan agar membawa tumbler masing-masing saat membeli kopi.
Irfan Fitra Fauzan, pengelola Jue Kopi, mengatakan bahwa selain penggunaan tumbler yang ramah lingkungan, hal itu dilakukan guna menekan budget pembelian plastik yang melonjak.
“Enggak mewajibkan, cuma menyarankan aja, soalnya kan harga plastik lagi naik sama biar enggak banyak sampah plastik aja,” kata Irfan saat dihubungi, Rabu (8/6/2026).
Irfan menuturkan, ide menyarankan pelanggan membawa tumbler sebetulnya pernah dilakukan pada tahun 2024. Namun, langkah itu sempat dihentikan dan kembali dilakukan saat ini.
“Dari dulu sih udah lama, cuma untuk sekarang disarankan kembali,” tutur dia.
Ia menyebut, harga plastik berupa cup berbentuk cangkir yang dibutuhkan kedai kopi itu saat ini mengalami kenaikan harga sebesar Rp5.000 hingga Rp10.000. Bahkan, harga plastik yang biasa saja semula hanya Rp23.000 kini dijual dengan harga Rp28.000.
Hal itu berpengaruh terhadap harga pokok penjualan (HPP) kopi di kedai tersebut. Namun, tidak terlalu berpengaruh terhadap jumlah penjualan. Selain itu, menyarankan pelanggan menggunakan tumbler menjadi langkah antisipatif di tengah ketidakpastian kondisi global yang berpengaruh terhadap harga plastik.
“Biasa beli Rp23 ribu jadi Rp28 ribu, kenaikan lima sampai sepuluh ribu. Untuk sekarang enggak terlalu berpengaruh besar, takutnya nanti malah lebih mahal lagi. HPP pasti naik, kalau harga jual masih sama enggak ada kenaikan, cuma margin keuntungannya mengecil,” ucap dia.
Irfan berharap langkah menyarankan penggunaan tumbler ini bisa dilakukan seterusnya. Apalagi hingga saat ini hal tersebut masih terbilang efektif berjalan dan tidak ada komplain dari pelanggan.
“Komplain sih enggak ada, pengennya sampai seterusnya, kalau semua pakai tumbler pasti efektif untuk pembelian plastik,” pungkas dia.










