Cerita Quinsha Sammy, Berhasil Lolos SNBP 2026 di Unair pada Usia 16 Tahun
Pengumuman Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) 2026 hadirkan momen emosional bagi Quinsha Sammy Al Huda. Ia tak kuasa menahan haru ketika diterima di S1 Bahasa dan Sastra Inggris Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Airlangga (Unair).
Keberhasilan remaja asal Kediri berusia 16 tahun tersebut menjadikannya sebagai salah satu mahasiswa baru (maba) termuda di lingkungan Ksatria Airlangga pada tahun ini.
Baca juga: Kisah Si Kembar Callista dan Carissa yang Lolos SNBP 2026 di Unair, Punya Pola Belajar Beda!
Minat Quinsha terhadap bahasa Inggris ternyata telah tumbuh sejak lama. Ketertarikan tersebut mulai berkembang sejak ia duduk di bangku SMP. Ia memandang bahasa Inggris bukan hanya sebagai alat komunikasi, melainkan juga sebagai sarana untuk membuka wawasan global.
Pendapat Ulama Tentang Perbedaan Waktu Terjadinya Nuzulul Quran, Simak Jangan Sampai Keliru!
“Jujur saya kaget sampai menangis saat melihat pengumuman, apalagi Bahasa dan Sastra Inggris Unair adalah pilihan pertama saya. Sejak SMP saya mulai interest belajar bahasa Inggris dan saat SMA saya merasa semakin cocok mendalami bidang ini karena merasa ada kedekatan personal dengan materi-materinya,” ungkapnya, dikutip dari laman Unair, Sabtu (4/4/2026)Baca juga: Kisah Rosa Alba, Iseng Ikut OSA Malah Diterima FK Unair Jalur Golden Ticket 2026
Keputusan Quinsha memilih program studi S1 Bahasa dan Sastra Inggris sebagai prioritas utama disebut sebagai langkah yang telah dipertimbangkan secara matang untuk mengembangkan kemampuannya secara profesional. Ia meyakini bahwa penguasaan bahasa sejak dini akan membantunya beradaptasi dengan standar akademik tinggi di UNAIR.
Dari sisi akademik, perjalanan Quinsha tergolong cepat. Ia mulai menempuh pendidikan dasar sejak usia lima tahun dan melanjutkan program akselerasi saat SMP. Meski akan menjalani perkuliahan di usia yang lebih muda dibandingkan mahasiswa lainnya, ia justru melihat hal tersebut sebagai tantangan positif.
Lingkungan kampus yang dinamis dinilainya sebagai kesempatan untuk belajar dari mahasiswa lain yang lebih berpengalaman.
Keberhasilannya lolos jalur SNBP tidak lepas dari kedisiplinan selama belajar di sekolah. Ia menekankan pentingnya fokus dan keaktifan di dalam kelas.“Kuncinya rajin belajar dan aktif di kelas. Kalau guru menjelaskan, saya selalu mengikuti arahannya,” tambahnya.
Saat ini, Quinsha tengah mempersiapkan diri untuk menghadapi kehidupan perkuliahan, termasuk beradaptasi dengan lingkungan dan cuaca di Surabaya. Ia juga memiliki ambisi untuk aktif dalam kegiatan organisasi kampus.
Salah satu organisasi yang menjadi targetnya adalah AIESEC Surabaya, yang diharapkan dapat memperluas jejaring internasionalnya.
Di akhir, Quinsha turut menyampaikan pesan motivasi bagi para pelajar lain agar tetap bersemangat dalam mengejar cita-cita, tanpa terhalang usia.
“Tetap semangat dan jangan pantang menyerah. Apalagi untuk sebuah tujuan besar, kita harus terus bergerak dan memberikan yang terbaik,” pungkasnya optimis.P










