Kisah Si Kembar Callista dan Carissa yang Lolos SNBP 2026 di Unair, Punya Pola Belajar Beda!
Dua saudara kembar, Callista Elysia Angela dan Carissa Elvina Angela, berhasil lolos sebagai mahasiswa baru di Program Studi Bahasa dan Sastra Inggris, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Airlangga (Unair). Keduanya diterima melalui jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP).
Keberhasilan ini tidak lepas dari strategi matang yang mereka siapkan sejak awal. Carissa mengungkapkan bahwa mengenali potensi diri dan mencari informasi jurusan menjadi langkah penting dalam menentukan pilihan.
Baca juga: 20 Jurusan Unair dengan Keketatan Tertinggi di SNBP 2025, Kedokteran Jadi Rebutan
Awalnya, keduanya sempat tertarik pada Ilmu Komunikasi. Namun, setelah melakukan riset lebih lanjut, mereka akhirnya memilih Bahasa dan Sastra Inggris yang dinilai sesuai dengan minat mereka.
“Kami cari tahu berbagai jurusan, sampai akhirnya menemukan Bahasa dan Sastra Inggris. Kebetulan juga kami suka bahasa Inggris, jadi kami coba,” ujar Carissa, dikutip dari laman Unair, Jumat (3/4/2026).Sementara itu, Callista menekankan pentingnya memiliki rencana cadangan saat mengikuti SNBP. Menurutnya, hal tersebut bukan berarti pesimis, melainkan bentuk kesiapan menghadapi berbagai kemungkinan.
Baca juga: Kisah Rosa Alba, Iseng Ikut OSA Malah Diterima FK Unair Jalur Golden Ticket 2026
“Kita harus tetap punya backup plan, supaya siap dengan segala kemungkinan yang terjadi,” jelasnya. Ia juga menambahkan bahwa konsistensi dalam mempelajari bidang yang diminati menjadi kunci utama.
Dalam proses belajar, keduanya memiliki metode yang berbeda. Callista lebih menyukai belajar melalui diskusi karena memungkinkan adanya koreksi langsung ketika melakukan kesalahan. Ia merasa metode ini efektif untuk meningkatkan pemahaman.
“Saya suka belajar dengan berdiskusi, karena ada yang bisa mengoreksi saat saya salah,” katanya.Berbeda dengan saudaranya, Carissa lebih memilih belajar secara mandiri. Ia merasa cara tersebut membuatnya lebih fokus dan tidak mudah terdistraksi.
“Kalau belajar sama teman, kadang malah jadi ngobrol dan tidak fokus,” ujarnya.
Meski memiliki jadwal yang padat, keduanya tetap aktif dalam kegiatan non-akademik. Callista aktif di organisasi dan pernah menjabat sebagai Ketua OSIS saat kelas 10 serta Wakil Ketua OSIS saat kelas 11. Sementara itu, Carissa lebih menekuni bidang olahraga dengan mengikuti ekstrakurikuler voli.
Kisah keduanya menjadi inspirasi bagi calon mahasiswa bahwa keberhasilan dalam SNBP tidak hanya ditentukan oleh nilai akademik, tetapi juga strategi, konsistensi, serta kemampuan menyeimbangkan kegiatan akademik dan non-akademik.









