Film Suzzanna Santet Dosa di Atas Dosa Tembus 1 Juta Penonton, Luna Maya: Pencapaian yang Berkesan
Ledakan penonton film Suzzanna Santet Dosa di Atas Dosa memantik respons emosional. Luna Maya, sang pemeran utama, akhirnya buka suara soal capaian satu juta penonton dalam masa penayangan libur Lebaran 2026. Bagi Luna, pencapaian ini terasa sangat personal dan berkesan. “Ini film Lebaran pertamaku, rasanya sangat spesial,” ujarnya.
Film ini menjadi karya ketiga adaptasi sosok Suzzanna yang berstatus blockbuster. Momentum ini menegaskan warisan horor legendaris Indonesia tetap kuat. Luna menyoroti kecintaan publik terhadap sosok Suzzanna. “Bunda Suzzanna tetap dirindukan penonton Indonesia,” katanya.
Produser Sunil Soraya turut menekankan nilai penghormatan. Ia menyebut proyek ini sebagai tribute untuk menghidupkan kembali ikon horor yang telah melekat lama. “Ini bentuk penghormatan terbaik untuk Suzzanna,” ucap Sunil. Relasi panjang rumah produksi PT Soraya Intercine Films dengan Suzzanna menjadi fondasi kuat proyek ini.
Baca Juga : Suzzanna: Santet Dosa di Atas Dosa, Horor dalam Balutan Dendam dan Cinta
Di sisi lain, sutradara Azhar Kinoi Lubis menyoroti pengalaman sinematik film. Ia mengapresiasi antusiasme penonton. “Terima kasih sudah menikmati pengalaman sinematik film ini,” ujarnya. Film ini memang mengusung pendekatan horor kolosal dengan visual megah. Selain cerita, kekuatan produksi menjadi daya tarik utama film tersebut.Film Suzzanna Santet Dosa di Atas Dosa tayang sejak 18 Maret 2026. Produksi ini melibatkan Legacy Pictures dan Navvaros Entertainment. Cerita berpusat pada Suzzanna yang dilanda konflik dendam dan cinta. Tokoh Bisman membunuh ayahnya melalui santet demi kekuasaan desa. Namun kemudian, Suzzanna terjebak pilihan antara balas dendam atau cinta. Kisah ini menghadirkan perpaduan horor, aksi, dan drama emosional.
Baca Juga : Nyaris Tewas Terseret Arus, Luna Maya Ungkap Detik-Detik Mencekam Saat Syuting Suzzanna: Santet Dosa di Atas Dosa
Film ini juga menjadi satu-satunya proyek layar lebar Luna Maya tahun ini. Kehadirannya semakin menarik dengan dukungan aktor papan atas Indonesia. Reza Rahadian memerankan tokoh Pramuja dengan karakter religius kuat. Selain itu, Clift Sangra tampil sebagai antagonis utama yang dominan. Deretan pemain senior turut memperkaya kualitas akting dalam film.










