Bude Wellness Kena Skakmat! Doktor Kintoko Tegaskan Herbal Hanya Terapi Suportif Penyakit TBC
JAKARTA, iNews.id - Peneliti herbal Doktor Kintoko akhirnya angkat bicara usai namanya dicatat oleh influencer Bude Wellness terkait pengobatan penyakit TBC. Apa kata doktor Kintoko?
Menurut Doktor Kintoko, tanaman herbal dipakai untuk pasien TBC bukan untuk pengobatan tunggal, melainkan terapi suportif. Artinya, obat TBC masih tetap diperlukan untuk pasien, herbal tinggal menggantikan total.
"Saya tidak pernah memberikan statement yang mengatakan bahwa TBC itu bisa disembuhkan dengan herbal saja. Akan tetapi herbal yang saya sampaikan itu adalah sebagai terapi suportif TBC," kata Doktor Kintoko, dikutip Minggu (15/3/2026).
"Yang mana jika TBC itu sudah diderita oleh seseorang, maka harus diterapi dengan OAT. Jadi, tidak benar jika hanya menggunakan herbal saja tanpa menggunakan OAT," tambahnya.
Pernyataan itu sekaligus membantah apa yang disampaikan Bude Wellness dalam konten Instagram pribadinya, yang mengatakan herbal bisa mencegah maupun mengobati TBC.
Bude Wellness sejatinya mencatut nama Doktor Kintoko dalam penjelasannya mengenai TBC dan tanaman herbal. Sayangnya, pernyataan terapi suportif tidak dicantumkan secara eksplisit oleh Bude Wellness.
Dia diduga memframing informasi bahwa TBC bisa diobati dengan herbal, tidak memerlukan obat medis sama sekali. Hal ini yang kemudian disesalkan oleh para dokter, bahkan ahli paru Prof Erlina Burhan sampai buka suara dan menyebut Bude Wellness menyesatkan lewat informasinya itu.
"Menyesatkan! Tidak ada penelitian yang menunjukkan bahwa TB bisa diobati dengan herbal," kata Prof Erlina Burhan saat dihubungi iNews.id, Minggu (15/3/2026).
Penyakit TB atau TBC itu, kata Prof Erlina, disebabkan oleh kuman Mycobacterium Tuberculosis, dan bisa disembuhkan dengan obat yang terdiri dari Rifampisin, Isoniazid, Etambutol, dan Pirazinamid.
Di kesempatan yang sama, Prof Erlina pun menjelaskan dampak yang bisa terjadi jika seseorang tidak mengonsumsi obat TBC, dan memilih hanya mengandalkan herbal.
Menurut Prof Erlina, risiko yang akan terjadi adalah penyakitnya bisa semakin parah dan potensi penularan kuman ke orang lain semakin banyak. Bahkan, bisa meningkatkan risiko kematian pada pasien TB.
"Jadi, bahaya sekali buat pasien tersebut dan juga bahaya buat orang di sekitarnya," tegas Prof Erlina.
Selain itu, penyakit TBC yang hanya diobati dengan herbal berpotensi memicu kerusakan struktur paru yang lebih parah. Pasien harus memakai ventilator di ICU dan untuk melepasnya, sangat susah dan membutuhkan perawatan yang lama.










