Mengenal Vidi Aldiano, Penyanyi Pop Indonesia yang Berpulang di Usia 35 Tahun
Penyanyi pop ternama, Vidi Aldiano, meninggal dunia pada Sabtu, 7 Maret 2026 pukul 16.33 WIB di kediamannya. Kepergian pelantun lagu “Nuansa Bening” tersebut meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, sahabat, serta para penggemarnya.
Sejumlah musisi dan selebritas Tanah Air pun turut menyampaikan belasungkawa atas kepergian penyanyi yang dikenal memiliki suara khas dan karya-karya populer di industri musik Indonesia.
Baca juga: Kabar Duka, Vidi Aldiano Meninggal Dunia
Vidi Aldiano memiliki nama lengkap Oxavia Aldiano. Ia lahir di Jakarta pada 29 Maret 1990. Sejak kecil, Vidi sudah menunjukkan bakat di bidang musik. Bahkan pada usia tiga tahun, ia sudah fasih bermain piano dan mulai bergabung dengan grup musik.
Tradisi Nyadran untuk Sambut Ramadan
Dalam hal pendidikan, Vidi dikenal sebagai sosok yang memiliki semangat belajar tinggi. Ia merupakan lulusan SMA Al Azhar 1 Jakarta, kemudian melanjutkan pendidikan di Jurusan Manajemen Universitas Pelita Harapan dan menyelesaikannya pada 2012.Demi mengasah kemampuan bermusiknya, Vidi kemudian menempuh pendidikan di Berklee College of Music, Amerika Serikat, pada periode 2012 hingga 2014. Tak berhenti di situ, ia kembali melanjutkan studi di University of Manchester pada 2014 hingga 2016.
Baca juga: Vidi Aldiano Meninggal Dunia, Deddy Corbuzier: My Heart is Broken
Karier musik Vidi Aldiano mulai dikenal publik pada 2008 melalui album debut bertajuk Pelangi di Malam Hari. Album tersebut menarik perhatian luas berkat sejumlah lagu populer seperti “Nuansa Bening” dan “Status Palsu”. Kesuksesan album ini mengukuhkan namanya sebagai salah satu penyanyi pop muda berbakat di Indonesia.
Pada 2009, Vidi juga berkolaborasi dengan produser musik Lala Hamid untuk memproduksi album tersebut. Salah satu lagu yang paling dikenal dari album itu adalah “Nuansa Bening”, karya Keenan Nasution dan Rudi Pekerti.
Sepanjang kariernya, suami dari aktris Sheila Dara Aisha ini terus menghasilkan karya yang mendapat tempat di hati pencinta musik Tanah Air.Salah satu pencapaian terbesar Vidi datang melalui album ketiganya, Persona yang dirilis pada 2016. Album ini berisi 10 lagu, terdiri atas tujuh lagu baru, dua lagu aransemen ulang, dan satu lagu versi akapela. Album tersebut meraih predikat Triple Platinum setelah penjualannya melampaui 250.000 keping pada Januari 2017.
Dalam proses produksinya, Vidi bekerja sama dengan tim kreatif Laleilmanino dan melakukan proses mastering rekaman di Abbey Road Studios di London, Inggris.
Pada 2022, Vidi kembali merilis album keempat berjudul Senandika. Album ini sempat tertunda akibat pandemi sekaligus perjuangannya melawan penyakit yang dideritanya. Senandika berisi 10 lagu yang merefleksikan perjalanan hidup Vidi sejak 2018.
Beberapa lagu dalam album tersebut memiliki makna mendalam, di antaranya “Bertahan Lewati Senja” yang menceritakan perjuangannya melawan penyakit, serta lagu “Dara” yang dipersembahkan khusus untuk sang istri, Sheila Dara.
Sebelumnya pada Desember 2025, Vidi sempat mengungkapkan kondisi kesehatannya melalui akun Instagram @vidialdiano. Ia menyampaikan bahwa dirinya telah memasuki tahun ke-6 berjuang melawan kanker ginjal yang didiagnosis sejak 2019.“Hari ini tepat 6 tahun saya berkenalan dengan hadiah Tuhan berupa kanker,” tulis Vidi dalam unggahannya pada 15 Desember 2025.
Dalam unggahan tersebut, Vidi menyebut penyakit yang dideritanya sebagai perjalanan hidup yang mengajarkannya banyak hal, mulai dari arti bersyukur hingga menerima berbagai perubahan dalam hidup.
“Terima kasih Kanker, karena kamu, aku belajar banyak selama 6 tahun terakhir. Arti kesabaran, arti berserah, arti ikhlas, dan arti mencintai orang-orang yang genuine, sepenuhnya,” ungkapnya kala itu.
Selama enam tahun berjuang melawan penyakit tersebut, Vidi dikenal tetap berkarya dan menjalani kehidupan dengan penuh semangat. Kepergiannya kini meninggalkan duka mendalam sekaligus kenangan melalui karya-karya musik yang telah ia persembahkan bagi masyarakat Indonesia.










