Uncen Luncurkan Prodi Dokter Spesialis Pertama di Tanah Papua
Universitas Cenderawasih (UNCEN) resmi meluncurkan prodi Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Anestesiologi dan Terapi Intensif. Peluncuran ini sekaligus menandai terobosan untuk mengatasi krisis dan disparitas tenaga medis di kawasan paling timur Indonesia.
Peluncuran ini merupakan bagian dari program akselerasi Nasional yang diusung pemerintah melalui Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek). Dengan pendekatan Sistem Kesehatan Akademik (SKA), program ini bertujuan mempercepat pemenuhan dokter spesialis, salah satunya dengan membuka program studi di 11 provinsi yang belum pernah memilikinya, termasuk Papua.
Baca juga:7 PTMA Buka Prodi Dokter Spesialis, Ini Daftar Kampusnya
Hadirnya PPDS pertama di Papua ini menjawab kebutuhan yang sangat mendesak. Dalam audiensi yang mendahului acara peluncuran kali ini, terungkap data bahwa di Papua hanya terdapat 28 dokter anestesi untuk melayani lebih dari 40 rumah sakit di empat provinsi di Tanah Papua.
Akibatnya, banyak rumah sakit tidak dapat menjalankan pelayanan operatif secara optimal, sehingga akses masyarakat terhadap layanan kesehatan menjadi sangat terbatas.Dalam kesempatan ini Rektor UNCEN, Oscar Oswald O. Wambrauw, menyatakan komitmen universitas yang dipimpinnya untuk mengatasi tantangan ini.
Baca juga:Beasiswa LPDP Dokter Spesialis RSPPU 2025 Dibuka Kembali, Ini Syarat dan Link Daftarnya
“Kami berkomitmen mengembangkan program studi spesialis, dimulai dengan Anestesiologi dan akan diikuti dengan program studi lainnya. Fokus kami adalah mendorong pemenuhan tenaga kesehatan spesialis di rumah sakit yag mengalami kekurangan,” tegas Rektor Uncen Oscar Oswald O. Wambrauw, melalui siaran pers, Sabtu (28/2/2026).
Ia menambahkan niscaya membuka kesempatan kolaborasi dengan Pemerintah Daerah untuk menyediakan kuota khusus bagi putra-putri daerah agar dapat mengabdi dalam waktu jangka panjang.
Dukungan penuh juga datang dari Pemerintah Daerah. Wakil Gubernur Provinsi Papua, Aryoko Alberto Ferdinand Rumaropen, menegaskan urgensi program ini.“Kebutuhan ini menjadi sangat penting karena banyak tindakan operasi yang tertunda akibat tidak adanya spesialis anestesi. Ini adalah program pendidikan spesialis pertama di Tanah Papua, yang memungkinkan pendidikan dilakukan di tanah sendiri. Sebagaimana semangatnya, pendidikan ini sekaligus membantu proses pelayanan,”ujar Wagub Aryoko.
Inisiatif ini, lanjutnya, selaras dengan visi Transformasi Papua yang Cerdas, Sejahtera dan Harmonis (CERAH). Dukungan dari Wagub juga meliputi pemberian beasiswa dari Pemda, khususnya kabupaten dan kota, untuk para mahasiswa PPDS Uncen.
Dalam kesempatan yang sama Sekretaris Ditjen Dikti, Setiawan, menegaskan bahwa upaya ini merupakan sarana untuk mendukung tercapainya visi Indonesia Emas 2045 dengan meningkatkan akses dan mutu layanan kesehatan bagi seluruh lapisan masyarakat.
“Adanya program studi ini perlu ditindaklanjuti dengan identifikasi putra daerah dan penyediaan dukungan ikatan dinas melalui beasiswa,” jelasnya.
Lebih lanjut Sekretaris Ditjen Dikti menambahkan, Kemdiktisaintek juga berkomitmen pada penjaminan mutu melalui evaluasi berkala yang melibatkan LAM-PTKes, AIPKI, MGBKI, asosiasi program studi, hingga kolegium. Dan sebagai universitas pembina, Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta akan terus memastikan kualitas lulusan prodi PPDS Universitas Cendrawasih.
“FK-KMK UGM sebagai pembina akan terus mendampingi proses pengembangan agar dapat menghasilkan lulusan yang berkualitas dan mampu memenuhi kebutuhan layanan anestesi di rumah sakit-rumah sakit di Provinsi Papua.’ kata dr Sudadi.










