Tren Jogging Meningkat, Ahli Gizi Tekankan Pentingnya Protein untuk Performa Olahraga

Tren Jogging Meningkat, Ahli Gizi Tekankan Pentingnya Protein untuk Performa Olahraga

Gaya Hidup | sindonews | Sabtu, 28 Februari 2026 - 06:30
share

Tren olahraga di Indonesia terus menunjukkan peningkatan, khususnya di kalangan masyarakat urban. Aktivitas fisik kini tak lagi sekadar rekreasi, tetapi telah menjadi bagian dari gaya hidup modern masyarakat perkotaan.

Berdasarkan Survei Kedai Kopi 2025, jogging menjadi olahraga favorit masyarakat Indonesia dengan persentase 60,6 persen. Sepeda menempati posisi kedua sebesar 9,2 persen, disusul gym atau fitness sebesar 6 persen. Fenomena ini semakin kuat dengan menjamurnya komunitas lari serta penyelenggaraan event marathon hingga ultra marathon di berbagai kota.

Baca juga: Diresmikan Pramono Bulan Depan, Taman Bendera Pusaka Akan Dilengkapi Jogging Track 1.200 Meter

Di balik tren positif tersebut, olahraga dan latihan intensitas tinggi memiliki tuntutan metabolik yang lebih besar. Kondisi ini membuat tubuh memerlukan dukungan energi serta pemulihan otot yang optimal agar performa tetap terjaga.

Nutritionist NutriMotion, Zahra Zahirah, mengatakan asupan nutrisi seimbang sangat diperlukan di tengah tren olahraga yang semakin intens dan menuntut metabolisme kuat.“Protein, bersama zat gizi lainnya, berperan penting dalam mendukung aktivitas fisik sekaligus menjaga komposisi tubuh yang optimal. Saat ini, masyarakat tidak hanya bergantung pada pelatih olahraga, tetapi juga mulai berkonsultasi dengan ahli gizi untuk mendapatkan panduan pola makan yang tepat,” ungkap Zahra dalam keterangan resminya, Jumat (27/2/2026).

Baca juga: 7 Rekomendasi Tempat Jogging di Jakarta selain GBK

Ia menjelaskan, tubuh membutuhkan asupan nutrisi yang terukur untuk menjaga stamina, mempercepat pemulihan, dan mempertahankan performa. Protein, karbohidrat kompleks, serat, vitamin, serta mineral memegang peranan penting dan harus dikonsumsi dalam jumlah seimbang.

Protein juga membantu memberikan rasa kenyang lebih lama serta mendukung proses pemulihan tubuh, terutama bagi individu dengan aktivitas fisik tinggi. Karena itu, pemenuhan kebutuhan protein harian menjadi salah satu aspek penting dalam menjaga performa dan kesehatan secara menyeluruh.

Seiring meningkatnya kesadaran tersebut, konsep meal replacement dan makanan siap konsumsi bernutrisi tinggi semakin diminati sebagai solusi praktis.“Kami melihat adanya peningkatan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kualitas asupan harian, namun masih terdapat keterbatasan dalam penerapannya,” tambah Zahra.

Menurutnya, salah satu sumber protein yang baik untuk pemenuhan nutrisi adalah dada ayam. Bahan pangan ini dinilai praktis untuk membantu pemulihan otot sekaligus menjaga rasa kenyang lebih lama.

Dalam survei internal pada ajang Ultra Marathon “Tugu to Tugu” bersama Sobat Tektok Running Community, sebanyak 85 persen dari 165 peserta lari jarak 55 kilometer menyatakan konsumsi chicken breast membantu menjaga energi dan daya tahan selama lomba berlangsung.

Zahra menegaskan, asupan protein yang seimbang sangat diperlukan saat menjalani olahraga dan latihan fisik intens agar metabolisme tetap optimal.

“Seiring meningkatnya tren olahraga, kebutuhan akan solusi nutrisi yang praktis dan relevan dengan gaya hidup aktif diperkirakan akan terus bertumbuh,” pungkasnya.

Topik Menarik