Cara Mendapatkan Beasiswa LPDP seperti Dwi Sasetyaningtyas, Link Pendaftaran hingga Tips n Trik
Nama alumni LPDP Dwi Sasetyaningtyas menjadi sorotan publik usai viral bangga anaknya jadi WNA. Di balik polemik yang berkembang, kisahnya turut membuka mata masyarakat tentang peluang besar Beasiswa LPDP yang dapat memberangkatkan putra-putri Indonesia kuliah ke perguruan tinggi ternama dunia.
Dwi diketahui memperoleh Beasiswa LPDP untuk melanjutkan studi S2 di Delft University of Technology pada periode 2015–2017. Setelah menyelesaikan pendidikan, ia kembali ke Indonesia untuk menjalankan kewajiban pengabdian sesuai ketentuan beasiswa.
Baca juga: Daftar Negara dan Kampus Luar Negeri Tujuan Terbanyak Penerima Beasiswa LPDP
Program yang dikelola oleh Lembaga Pengelola Dana Pendidikan ini menyediakan bantuan pendidikan jenjang magister (S2) dan doktor (S3), baik di dalam maupun luar negeri. Sejak 2013 hingga 2024, LPDP telah menyalurkan bantuan pendidikan kepada 54.149 mahasiswa.
Adapun lima negara tujuan terbanyak penerima Beasiswa LPDP adalah Indonesia (25.473 penerima), Inggris Raya (6.966), Australia (4.737), Amerika Serikat (2.624), dan Belanda (2.479).
Baca juga: Berapa Duit Dana Beasiswa LPDP yang Harus Dikembalikan Suami Dwi Sasetyaningtyas?Lantas, bagaimana cara mendapatkan Beasiswa LPDP 2026?
Cara Mendapatkan Beasiswa LPDP 2026
Pendaftaran Beasiswa LPDP dilakukan secara online melalui laman resmi:beasiswalpdp-terintegrasi.kemenkeu.go.idUntuk tahun 2026, pendaftaran biasanya dibuka dalam dua tahap. Tahap pertama telah berlangsung sejak 22 Januari hingga 23 Februari 2026.
Baca juga: Bukan Hanya Suami Dwi Sasetyaningtyas, Kemenkeu Ungkap 44 Alumni LPDP Mangkir dari Pengabdian
Berikut langkah-langkah pendaftarannya:
1. Membuat akun dan melengkapi data diri di situs resmi LPDP.
2. Memilih program studi dan perguruan tinggi tujuan.3. Mengunggah seluruh dokumen persyaratan.
4. Mengikuti seleksi administrasi, tes bakat skolastik, dan seleksi substansi.
5. Menandatangani Surat Pernyataan jika dinyatakan lulus sebagai Calon Penerima Beasiswa.
Syarat Beasiswa LPDP 2026
Berikut beberapa persyaratan utama:1. Warga Negara Indonesia (WNI).
2. Lulusan D4/S1 untuk jenjang magister (S2).
3. Lulusan S2/dokter spesialis untuk jenjang doktor (S3).4. Tidak diperbolehkan mendaftar pada jenjang yang sudah pernah diselesaikan.
4. Melampirkan surat rekomendasi (online atau unggahan).
5. Lulusan luar negeri wajib melakukan penyetaraan ijazah dan konversi IPK.
6. CPNS/PNS wajib menyertakan surat usulan dari pejabat berwenang.
7. Pendaftar on going wajib memenuhi ketentuan khusus, termasuk pengunduran diri jika lolos seleksi substansi.
Untuk jenjang doktor, pelamar diutamakan melampirkan surat pernyataan promotor atau surat keterangan kesesuaian riset dengan kebutuhan instansi.
Tips n Trik Lolos Beasiswa LPDP 2026
Dikutip dari laman Unair, I Gusti Ayu Ayung Istri Risna Prajna Devi, peraih beasiswa LPDP S2 Psikologi Unair ini mengungkapkan ada empat aspek penting untuk lolos seleksi administrasi beasiswa LPDP.4 aspek tersebut adalah kelengkapan dokumen sesuai panduan terbaru, konsistensi identitas di seluruh berkas, keterbacaan hasil pindai agar tidak buram atau terpotong, serta keabsahan dokumen sesuai ketentuan.Sementara awardee LPDP 2024 Asroful Hulam Zamroni membocorkan tips lolos seleksi tes bakat skolastik (TBS). “Tes berlangsung selama 135 menit, terdiri atas 90 menit TBS dan 45 menit tes kepribadian. Persiapkan diri teman-teman sedini mungkin. Rutin berlatih dan ikut try out agar terbiasa dengan pola-pola soal,” ungkap Asroful.
Ia juga mengingatkan peserta untuk memetakan kekuatan diri. “Tidak semua materi harus dikuasai sempurna. Fokus pada yang paling bisa mendongkrak nilai kita sebetulnya,” ucapnya. Selain kesiapan akademik, ia juga menekankan pentingnya menjaga fokus, tetap rileks saat mengerjakan soal, serta memohon doa dan restu orang tua.
Sedangkan untuk tahapan substansi Gilang Setiawan menjelaskan pendaftar LPDP harus berorientasi pada impact driven untuk melihat dampak yang terukur.
Gilang lantas memberi tips agar peserta perlu menyiapkan narasi hidup yang utuh, roadmap kontribusi yang realistis, serta jawaban berbasis data dan isu nasional. “Jangan terlalu fokus terlihat hebat. Yang dicari bukan masa lalu terbaik kita, tetapi masa depan Indonesia lewat kita,” pungkas Gilang.










