Kisah Sahabat Nabi Berbuka Puasa : Keisengan Biji Kurma Ali bin Abi Thalib

Kisah Sahabat Nabi Berbuka Puasa : Keisengan Biji Kurma Ali bin Abi Thalib

Gaya Hidup | sindonews | Senin, 23 Februari 2026 - 17:15
share

Ada kisah menarik tentang Ali Bin Abi Thalibsaat berbuka puasa dengan Baginda Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wassalam. Al kisah tentang sifat humoris dan keisengan sahabat yang juga menantu Rasulullah itu .

Ali bin Abi Thalib, dikenal cerdas dan bijak namun kadang juga suka juga punya sifat yang tak jarang usil dan suka iseng. Keisengan Ali ini sering kali membuat suasana semakin hidup dan penuh canda, namun tentunya selalu dalam bingkai kasih sayang dan kebijaksanaan.

Meskipun kerap iseng, Ali juga dikenal sangat menghormati Rasulullah, dan momen jenaka ini membuktikan hubungan akrab mereka yang harmonis dan penuh canda tawa. Begini kisahnya.

Pada suatu hari, setelah seharian berpuasa, Rasulullah berkumpul dengan para sahabatnya untuk berbuka puasa. Hidangan yang sederhana, berupa kurma, disajikan di hadapan mereka.

Di samping Rasulullah, Ali duduk dengan cermat mengamati kebiasaan beliau. Setiap kali Rasulullah makan kurma, beliau selalu menyisihkan bijinya dengan rapi di tempat tertentu, yang kemudian terkumpul dengan sendirinya.

Baca juga:Puasa Itu, Rahasia antara Kita dan Allah SWT Saja!

Melihat kebiasaan Rasulullah tersebut, Ali yang sedang iseng, diam-diam mulai memakan kurma. Tanpa disadari, biji-biji kurma yang dimakan Ali mulai menumpuk di hadapannya. Ketika melihat itu, Ali pun tak dapat menahan diri untuk menggoda Rasulullah.

"Wahai Nabi, sepertinya engkau sangat lapar, sampai-sampai biji kurma ini menumpuk begitu banyak di depanmu," ujar Ali sambil tersenyum.

Mendengar perkataan Ali, Rasulullah yang dikenal sangat bijaksana, tak langsung membalas dengan serius. Dengan senyum khasnya, beliau justru balik menggoda Ali."Ali, sepertinya kamulah yang sangat lapar. Lihatlah, tidak ada biji kurma yang tersisa di hadapanmu, karena engkau makan bukan hanya dagingnya, tapi bijinya sekali!"

Tentu saja, jawaban Rasulullah ini disambut tawa riuh oleh para sahabat yang hadir. Ali, yang berusaha menggoda Rasulullah, justru menjadi korban keisengan balik yang mengundang gelak tawa.

Keisengan ini bukan hanya sebuah lelucon semata, namun menyimpan pelajaran yang dalam. Rasulullah menunjukkan bahwa kehidupan bisa dijalani dengan kebahagiaan dan canda tanpa mengurangi keseriusan dalam menjalankan tugas dan kewajiban sebagai seorang pemimpin. Bahkan, humor yang beliau tunjukkan mengingatkan kita akan pentingnya kedekatan dan keakraban antar sesama, yang bisa tercipta lewat tawa.

Selain itu, kejadian ini menunjukkan bagaimana Rasulullah dan Ali bin Abi Thalib saling menghormati dan menciptakan suasana yang penuh kasih sayang, meskipun ada unsur humor yang menyertainya. Hal ini mengajarkan kita bahwa dalam setiap hubungan, baik itu sebagai teman, sahabat, atau keluarga, kita bisa menjaga kehangatan hubungan dengan saling menghargai dan berbagi tawa.

Demikian kisah lucu Rasulullah dan Ali bin Abi Thalib saat berbuka puasa. Semoga kisah ini menginspirasi kita untuk terus menjalani hidup dengan penuh kasih sayang, tawa, dan kebijaksanaan, seperti yang dicontohkan oleh Rasulullah SAW dan para sahabatnya.

Baca juga:Hukum Puasa Ibu Hamil Menurut 4 Mazhab

Topik Menarik