MBG Disebut Pangkas Anggaran Pendidikan, Mendikdasmen: Tidak Benar

MBG Disebut Pangkas Anggaran Pendidikan, Mendikdasmen: Tidak Benar

Gaya Hidup | sindonews | Jum'at, 20 Februari 2026 - 11:09
share

Mendikdasmen Abdul Mu'ti menepis adanya program Makan Bergizi Gratis (MBG) mengurangi anggaran pendidikan. Abdul Mu'ti memastikan seluruh program strategis pendidikan tetap berjalan dan bahkan terus diperluas.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti menyampaikan hal ini dalam Rapat Koordinasi Penyelenggaraan Program MBG di Provinsi Jawa Timur. Baca juga: KKP Pastikan Program MBG Bukan Pemicu Kenaikan Harga Ikan

“Kalau ada anggapan bahwa MBG mengurangi anggaran pendidikan, kami sampaikan dengan tegas bahwa itu tidak benar. Program Presiden terkait pendidikan tetap terlaksana dengan sebaik-baiknya,” ujar Mendikdasmen pada Kamis (19/2). Mendikdasmen menjelaskan bahwa pada tahun 2025, pemerintah mengalokasikan anggaran revitalisasi satuan pendidikan sebesar Rp16,9 triliun untuk merevitalisasi 16.167 satuan pendidikan di seluruh Indonesia, dengan tingkat realisasi pembangunan yang telah mencapai 93 persen.

Baca juga: Mendag Sangkal Harga Daging Ayam Naik Gegara MBG

“Tahun 2025 realisasi program revitalisasi sekolah mencapai 93 persen. Ini bukti bahwa komitmen negara terhadap perbaikan infrastruktur pendidikan tetap kuat,” tegas Mendikdasmen. Lebih lanjut, Mendikdasmen menyebutkan bahwa program revitalisasi satuan pendidikan akan terus dilaksanakan dan diperluas pada tahun 2026. Anggaran revitalisasi yang sudah tercantum dalam APBN sebesar lebih dari Rp14 triliun dan akan dialokasikan bagi 11.474 satuan pendidikan.

Ia menambahkan, Presiden Prabowo Subianto juga berencana memberikan tambahan anggaran revitalisasi bagi 60 ribu satuan pendidikan. “Sehingga total kalau sudah masuk ke dalam APBN, kami usulkan tahun ini kita akan ada revitalisasi untuk 71 ribu sekian satuan pendidikan,” ujarnya.

Selain revitalisasi, Mendikdasmen menegaskan bahwa anggaran pendidikan juga dialokasikan secara konsisten untuk program strategis lainnya. “Program Digitalisasi Pembelajaran tetap berjalan, bantuan pendidikan bagi peserta didik tidak dikurangi, dan pelatihan guru terus kami tingkatkan. Semua ini berjalan beriringan,” tuturnya. Mendikdasmen juga memastikan bahwa anggaran Program Indonesia Pintar (PIP) bagi siswa SD, SMP, SMA, hingga SLB tidak dikurangi. Bahkan, pada 2026 akan ada tambahan PIP bagi murid TK. “Untuk 2026 ini akan ada (tambahan) dana PIP untuk murid TK sebanyak Rp450 ribu per tahun. Tahun ini akan kita alokasikan untuk 888 ribu murid TK di seluruh Indonesia,” pungkasnya.

Topik Menarik