Terry Putri Ungkap Beratnya Puasa di Amerika Serikat: Sulit Cari Halal hingga Tarawih Antar Kota

Terry Putri Ungkap Beratnya Puasa di Amerika Serikat: Sulit Cari Halal hingga Tarawih Antar Kota

Gaya Hidup | sindonews | Sabtu, 14 Februari 2026 - 15:43
share

Terry Putri mengungkap perjuangannya menjalani puasa di Amerika Serikat setelah memilih merantau di Negeri Paman Sam sejak beberapa tahun terakhir.

Tahun ini, Terry mengaku sangat bersyukur bisa kembali merasakan suasana Ramadan di Indonesia.

Terry kemudian menceritakan betapa beratnya perjuangan menjadi minoritas di luar negeri, terutama saat bulan suci Ramadan.

Baca juga: Kini Menetap di Amerika, Terry Putri Pilih Bekerja sebagai Pengantar Makanan Online

Salah satu tantangan terberat adalah sulitnya menemukan makanan halal dan akses ke tempat ibadah. "Banyak banget bedanya. Cari halal saja cari berkah kan susah ya, benar-benar harus berjuang. Kalau di negara sendiri kan luas banget," kata Terry Putri di Bintaro, Tangerang Selatan, belum lama ini.

Tak hanya soal makanan, urusan ibadah pun membutuhkan usaha ekstra. Terry mengungkapkan bahwa ia harus menempuh perjalanan antar kota hanya untuk melaksanakan salat Tarawih di masjid.

Baca juga: Terry Putri Raup Jutaan per Hari dari Pekerjaan Antar Makanan Online di Amerika

"Kalau mau Tarawih saja mesti antar kota, karena satu state (negara bagian) itu cuma ada satu masjid. Jadi mesti sekitar 60 km atau 70 km. Tapi di sana Tarawihnya satu juz per hari, imamnya orang Iran," tuturnya.

Tantangan lain muncul saat ia bekerja sebagai kurir makanan saat berpuasa.

Ia harus menahan godaan aroma masakan, serta dituntut sangat selektif memilih pesanan agar tak mengantar makanan non-halal.

"Aku kan kerja kurir makanan, jadi harus nganter wangi-wangi makanan di mobil. Terus aku mesti milih yang diantar ini non-halal apa enggak, karena kan lagi puasa, takutnya enggak berkah kalau nganter babi," tuturnya.

Topik Menarik