Jantung Koroner Penyebab Kematian Terbesar di Indonesia, Ini Dampak jika Takut Bedah Jantung

Jantung Koroner Penyebab Kematian Terbesar di Indonesia, Ini Dampak jika Takut Bedah Jantung

Gaya Hidup | sindonews | Senin, 9 Februari 2026 - 07:25
share

Penyakit jantung koroner masih menjadi salah satu penyebab kematian tertinggi di Indonesia. Kondisi ini terjadi akibat penyempitan atau penyumbatan pembuluh darah jantung yang membuat aliran darah dan oksigen ke jantung terganggu.

Jika tidak ditangani dengan tepat, jantung koroner dapat berujung pada serangan jantung hingga kematian mendadak. Mirisnya, masih banyak orang pengidap jantung koroner yang takut menjalani operasi bypass jantung.

Dokter spesialis bedah toraks dan kardiovaskular, dr. Wirya Ayu Graha mengungkapkan bahwa ketakutan itu lah yang biasanya membuat pasien menunda tindakan medis. Padahal, penundaan itulah yang meningkatkan risiko serangan jantung mendadak hingga kematian.

Baca Juga : Operasi Bypass Jantung Kini Lebih Cepat Pulih, Pasien Sembuh dalam 1 Bulan

“Kalau orang takut operasi bypass, itu someday bisa serangan jantung, someday bisa meninggal,” kata dr. Wirya saat konferensi pers 100 Lives, One Breakthrough Cardiac Surgery Journey RS Mitra Keluarga Kelapa Gading, Rabu (4/2/2026).dr. Wirya menjelaskan, selama ini operasi jantung identik dengan tindakan besar yang menakutkan seperti tulang dada dibelah, luka panjang, rawat inap lama, serta masa pemulihan yang berbulan-bulan. Hal itu lah yang membuat pasien jantung takut dam memilih untuk bertahan hanya dengan obat-obatan.

“Dulu bedah jantung itu dianggap sesuatu yang horrible, mengerikan,” ujarnya.

Seiring perkembangan teknologi, kini pendekatan bedah jantung mulai dengan teknik yang invasif yang dikenal dengan nama Minimal Invasive Cardiac Surgery with Rapid Recovery (MICRO). Jika biasanya operasi bypass jantung dilakukan dengan membuka tulang dada sepanjang 15 hingga 20 sentimeter, kini sayatan bisa diperkecil menjadi sekitar 7 hingga 8 sentimeter.

Baca Juga :Apakah Penyakit Jantung Koroner Bisa Disembuhkan? Ini Penjelasan Dokter

Tujuan utama dari sayatan kecil bukan sekedar soal estetika, namun untuk menurunkan ketakutan psikologis pasien menjalani pembedahan.“Kita mau kasih opsi supaya orang yang tadinya takut, akhirnya jadi mau. Karena kalau takut terus, risikonya jauh lebih besar,” jelasnya.

Sementara itu, dokter spesialis bedah toraks, kardiak, dan vaskular, dr. Marolop Pardede juga menegaskan bahwa operasi bypass dengan luka kecil tetap efektif seperti operasi terbuka. Ia pun mengatakan, jika pasien terlalu lama mengandalkan pemasangan ring jantung justru meningkatkan potensi komplikasi.

“Bukan berarti lukanya kecil, lalu pembuluh darah yang bisa dibypass jadi terbatas. Hasilnya tetap comparable dengan operasi terbuka,” kata dr. Marolop.

Para dokter pun berharap, gebrakan baru ini dapat mengubah cara pandang masyarakat terhadap operasi jantung. Nantinya pasien diharapkan tidak menunda lagi pembedahan jantung agar justru bisa menyelamatkan nyawa.

Topik Menarik