Teknik Pertambangan ITS Resmi Dibuka di Jalur Mandiri, Peluang Kerja Tinggi

Teknik Pertambangan ITS Resmi Dibuka di Jalur Mandiri, Peluang Kerja Tinggi

Gaya Hidup | sindonews | Jum'at, 27 Juni 2025 - 07:43
share

Program studi baru Teknik Pertambangan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) membuka penerimaan mahasiswa baru di jalur mandiri gelombang kedua. Dekan FTSPK ITS Prof Adjie Pamungkas menjelaskan bahwa Prodi Teknik Pertambangan ITS dirancang untuk mencetak lulusan yang mampu menjawab tantangan eksplorasi sumber daya mineral.

Mahasiswa akan mempelajari studi kelayakan, pemrosesan, hingga penutupan tambang. “Tak hanya itu, mahasiswa juga akan mempelajari ilmu geoteknik, geofisika, geologi, dan material,” katanya, melalui siaran pers, Jumat (27/6/2025).

Baca juga: Mengenal 5 Prodi Baru UNS dengan Prospek Kerjanya yang Menjanjikan

Ketua Prodi Teknik Pertambangan ITS Akbar Kurniawan menambahkan bahwa angka kelulusan nasional di bidang ini masih belum memadai untuk memenuhi kebutuhan industri.

Menurut risetnya, hanya ada 4.700 lulusan Teknik Pertambangan tiap tahun, padahal sektor ini membutuhkan hingga 9 juta tenaga kerja hingga 2040. “Artinya, kita masih kekurangan sekitar 74 persen tenaga kerja di bidang ini,” jelasnya.Akbar menekankan bahwa kebutuhan industri yang semakin kompleks menuntut peran lebih dari lulusan Teknik Pertambangan. Mereka tidak sekadar dihadirkan untuk memenuhi permintaan tenaga kerja, tetapi untuk tampil sebagai sosok yang memiliki peran strategis. Kurikulum prodi ini menargetkan lulusan menjadi pemimpin operasional di lapangan yang andal dan inovator yang menciptakan terobosan dalam sistem pertambangan ramah lingkungan.

Baca juga: Universitas Kristen Maranatha Buka Prodi Baru Program Sarjana ArsitekturSementara itu, Kepala Subdirektorat Admisi dan Promosi ITS Nani Kurniati memaparkan mekanisme pendaftaran mahasiswa baru Prodi Teknik Pertambangan ITS. Untuk tahun ini, lanjut Nani, pendaftaran mahasiswa baru hanya melalui jalur Seleksi Mandiri ITS (SMITS) Academic Competence Excellence (ACE) gelombang ke-2. “Hal ini dikarenakan prodi masih baru dibuka,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Nani menyampaikan bahwa proses seleksi pada jalur ini tidak hanya menitikberatkan pada nilai akademik semata, melainkan juga mempertimbangkan potensi peserta secara menyeluruh.

Penilaian dilakukan berdasarkan hasil Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) dan/atau Tes SMITS, prestasi baik akademik maupun non-akademik, serta nilai rapor khususnya pada mata pelajaran pendukung prodi. “Untuk Prodi Teknik Pertambangan, mata pelajaran yang relevan adalah Fisika,” imbuh Nani.

Upaya ITS dalam membuka Prodi Teknik Pertambangan sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya poin ke-4 tentang pendidikan berkualitas serta poin ke-9 tentang industri, inovasi, dan infrastruktur. Melalui kurikulum yang adaptif, ITS berkomitmen mencetak lulusan unggul yang mampu menjawab tantangan sektor pertambangan secara inovatif dan berkelanjutan.

Topik Menarik