Apa Tema Hari Pendidikan Nasional 2025? Berikut Makna Logonya

Apa Tema Hari Pendidikan Nasional 2025? Berikut Makna Logonya

Gaya Hidup | sindonews | Jum'at, 2 Mei 2025 - 07:23
share

Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) diperingati setiap tanggal 2 Mei. Tahun ini pemerintah telah menetapkan tema penting untuk Hardiknas yang jatuh pada hari ini, Jumat (2/5/2025).

Sesuai dengan Pedoman Peringatan Hari Pendidikan Nasional Tahun 2025 dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), seluruh instansi termasuk sekolah diminta untuk memeriahkan Hardiknas melalui berbagai media.

Hari Pendidikan Nasional menjadi momen untuk mengenang hari kelahiran Ki Hajar Dewantara selaku Bapak Perintis Pendidikan Nasional. Selain itu juga sebagai momentum untuk menumbuhkan rasa patriotism dan nasionalisme seluruh insan Pendidikan.

Tema Hari Pendidikan Nasional 2025

Sesuai dengan Pedoman Kemendikdasmen, tema peringatan Hari Pendidikan Nasional 2025 adalah “Partisipasi Semesta Wujudkan Pendidikan Bermutu Untuk Semua".

Tema Hari Pendidikan Nasional memang selalu berubah tiap tahunnya. Misal pada 2024 tema Hardiknas adalah Bergerak Bersama, Lanjutkan Merdeka Belajar.

Kemudian pada 2023, tema Hari Pendidikan Nasional adalah Bergerak Bersama Semarakkan Merdeka Belajar yang ditetapkan di era Menteri Nadiem Anwar Makarim.

Logo Hari Pendidikan Nasional 2025

Logo Hari Pendidikan Nasional 2025 menampilkan tiga figur manusia berwarna merah, biru, dan abu-abu yang menjulang ke atas dengan pose dinamis dan penuh semangat.

Ketiga figur ini merepresentasikan keberagaman, kerja sama, dan semangat gotong royong dalam dunia pendidikan di Indonesia. Pemilihan warna-warna tersebut mencerminkan semangat, kreativitas, energi positif, serta nilai inklusivitas dalam proses belajar-mengajar.

Figur biru yang berada di tengah dan menjulang paling tinggi mengarah ke sebuah bintang berwarna emas di atasnya. Bintang ini menjadi simbol dari cita-cita, harapan, dan tujuan luhur pendidikan: mencetak generasi unggul untuk masa depan yang cemerlang.

Kehadiran tiga figur ini juga melambangkan sinergi antara tiga elemen penting dalam pendidikan: siswa, guru, dan masyarakat. Tulisan “HARDIKNAS 2025” dengan huruf tebal berwarna hitam menambah kesan kokoh dan tegas, mencerminkan tekad dan komitmen nasional dalam mewujudkan pendidikan yang bermutu dan berkelanjutan.

Secara keseluruhan, logo ini menyampaikan bahwa pendidikan merupakan gerakan bersama yang inklusif dan penuh semangat, menuju cita-cita tertinggi berupa ilmu, karakter, dan kemajuan bangsa.

Teks Amanat Pembina Upacara Hari Pendidikan Nasional 2025

Adapun untuk sambutan Pembina upacara untuk Hari Pendidikan Nasional 2025 dapat mengikuti sambutan yang dibagikan Kemendikdasmen. Berikut ini naskahnya.

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuhSalam sejahtera untuk kita semua.

Pertama-tama marilah kita memanjatkan puji dan syukur ke hadirat Allah Subhanahu wataala, Tuhan Yang Maha Kuasa karena atas rahmat-Nya kita sekalian dapat memperingati Hari Pendidikan Nasional Tahun 2025 dalam suasana yang penuh kedamaian dan kebahagiaan.

Peringatan Hari Pendidikan Nasional bukanlah sekadar seremoni tahunan yang ditandai dengan upacara bendera dan berbagai ragam lomba. Hari Pendidikan Nasional merupakan momentum untuk kita meneguhkan dan meningkatkan dedikasi, komitmen, dan semangat untuk memenuhi amanat konstitusi yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa dengan memberikan layanan pendidikan yang terbaik, bermutu, dan berkemajuan bagi seluruh anak bangsa.

Undang-undang Dasar 1945 menegaskan bahwa setiap warga negara berhak mendapatkan pendidikan. Di dalam Undang-undang Sistem Pendidikan Nasional nomor 20 tahun 2003 disebutkan bahwa setiap warga negara berhak mendapatkan pendidikan yang bermutu.

Sesuai amanat konstitusi, tidak boleh ada diskriminasi atas dasar agama, fisik, suku, bahasa, ekonomi, jenis kelamin, domisili dan sebab-sebab lain yang menyebabkan seseorang kehilangan kesempatan memperoleh pendidikan. Pendidikan adalah hak asasi dan hak sipil yang melekat dalam diri setiap insan baik sebagai pribadi maupun warga negara.

Pada hakikatnya pendidikan adalah proses membangun kepribadian yang utama, akhlak mulia, dan peradaban bangsa. Secara individual, pendidikan adalah proses menumbuhkembangkan fitrah manusia sebagai makhluk pendidikan (homo educandum) yang dengannya manusia menguasai ilmu pengetahuan, memiliki keterampilan, dan berbagai kecerdasan yang memungkinkan mereka meraih kesejahteraan dan kebahagiaan material dan spiritual.

Dalam konteks kebangsaan, pendidikan adalah sarana mobilitas sosial politik yang secara vertikal mengangkat harkat dan martabat bangsa.

Karena itu sangat tepat ketika Presiden Prabowo menempatkan pendidikan sebagai prioritas. Sebagaimana disebutkan dalam Asta Cita keempat, Presiden Prabowo berkomitmen membangun sumber daya manusia yang kuat sebagai aktor dan agen perubahan yang mengantarkan Indonesia menjadi bangsa dan negara yang adil dan makmur. Melalui pendidikan, Presiden Prabowo berkomitmen memutus mata rantai kemiskinan.

Presiden bertekad memajukan pendidikan melalui revitalisasi sarana dan prasarana pendidikan, pembelajaran digital, dan peningkatan kualitas, kualifikasi, serta kinerja guru melalui pemenuhan kualifikasi, peningkatan kompetensi, dan kesejahteraan. Dengan cara demikian, guru diharapkan dapat menjadi agen pembelajaran dan agen peradaban.

Para guru tidak hanya menjadi fasilitator pembelajaran tetapi juga mentor dan konselor para murid. Guru adalah orang tua yang senantiasa berada di sisi para murid dalam suka dan duka serta memandu para muridnya mencapai cita-cita luhur.

Untuk itu, diperlukan kerja sama semua pihak baik pemerintah, orang tua, masyarakat, dunia usaha, dan media massa. Pemerintah sebagai penyelenggara negara tidak dapat bekerja sendiri karena keterbatasan sumber daya dan sumberdana. Perlu dukungan dan partisipasi semesta agar pendidikan sebagai layanan publik dapat berperan mengantarkan anak-anak menjadi generasi hebat dan kuat.

Sejak Oktober 2024, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah telah melakukan langkah-langkah nyata membangun layanan pendidikan yang bermutu. Secara manajerial, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah memperbaiki tata kelola, pembinaan, dan kinerja guru. Secara kurikuler, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah akan menerapkan Pembelajaran Mendalam (deep learning), pemberlakuan Test Kemampuan Akademik (TKA), serta pembelajaran Koding, dan Kecerdasan Artifisial (AI).

Secara pedagogis, dalam rangka membentuk karakter, Kementerian membuat kebijakan Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat yang meliputi bangun pagi, beribadah, berolah raga, makan sehat dan bergizi, gemar belajar, bermasyarakat, dan tidur cukup, program Pagi Ceria yang meliputi Senam Anak Indonesia Hebat (SAIH), menyanyikan lagu Indonesia Raya, dan doa bersama. Pendidikan karakter pada tingkat pendidikan Taman Kanak-kanak diluncurkan Album Kicau yang berisi lagu anak-anak.

Dengan semangat Hari Pendidikan Nasional mari kita saling bergandeng tangan, bahu membahu, dan bergotong royong mewujudkan “Pendidikan Bermutu untuk Semua”.

Semoga Tuhan meridai.Wassalamu'alaikum warahmatullah wabarakatuh.

Demikian makna tema Hari Pendidikan Nasional 2025. Semoga bermanfaat.

Topik Menarik