Victor Wembanyama Didiagnosis DVT, Ini Gejala dan Penanganan Tepatnya

Victor Wembanyama Didiagnosis DVT, Ini Gejala dan Penanganan Tepatnya

Gaya Hidup | sindonews | Minggu, 23 Februari 2025 - 21:30
share

Victor Wembanyama harus absen dari musim pertandingan karena didiagnosis Deep Vein Thrombosis (DVT) di area dalam vena bahu kanannya. Kondisi ini ditandai dengan pembekuan darah yang terjadi di pembuluh vena dekat tulang, yang sangat jarang terjadi pada area tubuh selain kaki.

"Jika pembuluh darah itu rusak akibat trauma berat, maka peluang Victor untuk kembali bermain basket akan tipis," kata Dokter Subspesalis Bedah Vaskular dan Endovaskular Mayapada Hospital Kuningan Yuliardy Limengka, Minggu (23/2/2025).

"Nah DVT yang diderita Victor Wembanyama ada di dalam dekat tulang," sambungnya.

DVT bisa muncul karena aliran darah yang lambat, kerusakan pada dinding pembuluh, atau kecenderungan darah untuk membeku secara berlebihan. Ini merupakan suatu mekanisme alami tubuh yang kadang-kadang berlebihan dalam menambal luka.

"Ada tiga penyebab aliran di pembuluh darah vena bisa terhambat, yaitu aliran darah memang kurang lancar sehingga darah cenderung gampang membeku," jelas Bachelor of Medical Science dari University of Melbourne, Australia itu.

"Dari banyak kasus, DVT umumnya terjadi di kaki, dan sedikit sekali di tangan seperti dialami oleh Victor Wembanyama. Penyebab pastinya belum diberitakan, tetapi saya menduga, Victor terkena trauma akut akibat overused atau terlalu banyak digunakan," tambahnya.

Yuliardy mengingatkan bahwa kerusakan serius pada pembuluh darah vital dapat mengurangi peluang Victor untuk kembali bermain basket. Diduga, kondisi ini mungkin disebabkan oleh trauma akut akibat overuse.

"Dampaknya, pembuluh darah akan rusak. Dikhawatirkan, kondisi ini akan membuat Victor tidak bisa bermain basket lagi," ujar anggota Perhimpunan Dokter Spesialis Bedah Vaskular & Endovaskular Indonesia (FESBEVI) tersebut.

Untuk penanganannya, jika bekuan darah cukup besar dan mengganggu aliran darah, prosedur trombektomi dengan teknologi canggih tanpa sayatan besar bisa dilakukan. Sebaliknya, jika bekuan darah kecil, pemberian obat antikoagulan dapat membantu tubuh melarutkan bekuan tersebut secara perlahan.

Mengingat DVT dapat terjadi pada siapa saja, penting untuk mengenali gejala. Seperti nyeri terus-menerus, pembengkakan pada satu sisi, sensasi kesemutan akibat tekanan pada saraf, dan perubahan warna kulit.

Mulai dari kemerahan hingga kebiruan atau bahkan pucat, agar penanganan medis dapat segera dilakukan dan komplikasi serius dapat dicegah. "DVT ini bisa mengenai siapa saja, karena itu kenali gejala agar kondisinya tidak semakin parah. Karena, jika tidak ditangani dengan benar dapat mengancam nyawa pasien," ucapnya.

"Jika mendapat semua gejala itu, segera pergi ke dokter subspesialis bedah vaskular dan endovaskular untuk mendapat penanganan yang tepat," tandasnya.

Topik Menarik