Kenali Penyebab Mengapa Susah Bangun untuk Shalat Subuh

Kenali Penyebab Mengapa Susah Bangun untuk Shalat Subuh

Gaya Hidup | medan.inews.id | Selasa, 13 Agustus 2024 - 11:10
share

MEDAN, iNewsMedan.id - Kesulitan bangun shalat subuh merupakan masalah kompleks yang dipengaruhi oleh berbagai faktor, baik fisik maupun spiritual.

Faktor fisik seperti pola tidur yang buruk, kurangnya istirahat, dan kondisi kesehatan yang tidak prima dapat menjadi penyebab.

Sementara itu, faktor spiritual seperti lemahnya iman, kebiasaan bermaksiat, dan kurangnya motivasi juga berperan penting. Untuk mengatasi masalah ini, diperlukan upaya yang komprehensif, baik dari segi fisik maupun spiritual. Bisa juga faktor maksiat yang sering dilakukan dan belum bertaubat

Jika berat dan susah bangun mungkin faktor kebiasaan atau ada maksiat yang dilakukan sehingga susah melakukan ibadah shalat subuh.

Bisa sering begadang Atau dan karena ada kemaksiatan yang baru-baru dilakukan terus-menerus tanpa istigfar sehingga badan susah melakukan ketaatan, dan hati berat untuk dibawa beribadah. Sehingga yang sebelumnya kita bangun ketika adzan berkumandang, sekarang hati mulai keras dan telinga sudah tidak peka lagi dengan suara adzan, badanpun berat dibawa untuk menjawab panggilan masjid.

Ustaz Raehanul Bahraen menjelaskan dari Abu Shalih dari Abu Hurairah Radhiallahu anhu, dia berkata, Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallambersabda.

:

Sesungguhnya seorang mukmin, jika melakukan satu perbuatan dosa, maka ditorehkan di hatinya satu titik hitam. Jika ia bertaubat, berhenti dan minta ampun, maka hatinya akan dibuat mengkilat (lagi). Jika semakin sering berbuat dosa, maka titik-titik itu akan bertambah sampai menutupi hatinya.Itulah raan yang disebutkan Allah taala,

Sekali-kali tidak akan tetapi itulah raan yang disebutkan Allah dalam Al Quran.[6]

Ada yang manjadikan salah satu indikator hatinya mulai mengeras adalah susah bangun shalat subuh. Untuk selevel ulama salah mereka menjadikan susahnya shalat malam sebagai salah satu indikator hati mereka mulai mengeras.

Sufyan ats-Tsauri rahimahullah beliau berkata,

Selama lima bulan aku terhalang untuk melakukan shalat malam karena dosa yang aku lakukan.[7]

Jika ada yang berkata, saya bermaksiat setiap hari, tapi nanti malam saya bisa bangun malam jika saya mau. Maka kita katakan bahwa, hatinya sudah tidak peka lagi mendeteksi maksiat. Hati para ulama cukup bersih sehingga sangat peka terhadap maksiat. Ibarat tubuh yang sehat akan terasa jika ada sakit sedikit.

Topik Menarik