Pimpinan KPK Akhirnya Buka Suara soal Surat Pemerasan Ajudan Mentan Syahrul
JAKARTA- Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Nurul Ghufron angkat bicara soal kabar penyelidikan Polda Metro Jaya atas dugaan pemerasan pimpinan lembaga antirasuah dalam penanganan kasus di lingkungan Kementerian Pertanian (Kementan).
Ghufron mengaku tidak tahu menahu soal dugaan pemerasan tersebut. "Saya tidak tahu," kata Ghufron saat dikonfirmasi, Kamis (5/10/2023).
Diberitakan sebelumnya, beredar dua salinan surat panggilan pemeriksaan dari Polda Metro Jaya terhadap ajudan dan sopir Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) beredar di kalangan wartawan.
Surat tersebut ditujukan kepada Panji Harianto yang merupakan ajudan SYL dan Heri sebagai sopir. Kedua surat tersebut bertanggal 25 Agustus 2023.
Dalam salinan surat tersebut tertulis bahwa keduanya diminta hadir untuk memberikan keterangan pada 28 Agustus 2023 ke Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Metro Jaya.
Tips Menghilangkan Flek Hitam Secara Alami, Dokter Ungkap Manfaat Bahan Herbal yang Aman di Rumah
Adapun keterangan keduanya diperlukan untuk kepentingan penyelidikan dugaan tindak pidana korupsi berupa pemerasan yang diduga dilakukan oleh pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), dalam penanganan perkara di Kementerian Pertanian pada 2021.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Trunoyudo Wisnu Andiko, mengatakan, nantinya ia akan memberikan keterangan terkait pemeriksaan ajudan dan sopir Mentan.
Sementara itu, pengacara SYL, Febri Diansyah mengatakan, belum ada pembahasan mengenai laporan tersebut saat ia menemui SYL setibanya di Indonesia, setelah sempat dikabarkan hilang kontak pascadiinformasikan menjadi tersangka dugaan korupsi di Kementan.
Bahkan Febri juga enggan menjawab soal pelapor dugaan pemerasan ini ke Polda Metro Jaya. "Itu pertanyaan yang sudah jawab tadi. Saya pikir cukup dulu ya teman-teman semua," katanya.










