Atap Asbes Bisa Picu Kanker, Begini Penjelasan Dokter
BELUM lama ini viral bahaya yang ditimbulkan ketika menggunakan asbes sebagai atap rumah. Hal ini bermula dari video berjudul \'Dilarang di Dunia, Kenapa Rumah di Indonesia Masih Tetap Pakai Atap Asbes?\'.
Video tersebut diunggah oleh DW Indonesia di YouTube. Lalu, tangkapan layar video tersebut diunggah ulang oleh akun Twitter @tanyakanrl dan telah dilihat sebanyak 2,2 juta kali. Banyak netizen yang akhirnya penasaran terhadap bahaya yang ditimbulkan dari asbes.
Dikutip dari video tersebut Pakar Kesehatan Dan Keselamatan Kerja, dr. Anna Suraya menjelaskan bahwa asbes akan berdampak bagi Kesehatan jika pecah.
Nantinya, asbes yang pecah itu menyebabkan serat-serat halus terlepas ke udara. Serat itu lah yang bersifat karsinogenik dan tentu akan berbahaya jika dihirup.
Lantas, mengapa masih banyak rumah di Indonesia yang mengenakan atap dengan material asbes? Ketua Pengurus Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI), Tulus Abadi menyebut bahwa saat ini harga asbes menjadi yang paling murah ketimbang material lainnya.

Sehingga, meski bukan rahasia lagi bahwa asbes dapat memicu kanker, masyarakat masih sering menggunakannya.
"Alasannya ya murah dibanding material lainnya. Padahal asbes berbahaya, bisa memicu kanker," ujar Tulus Abadi saat dihubungi MNC Portal, Minggu (1/10/2023).
Menurutnya, perlu dilakukan tindakan untuk menekan angka penggunaan asbes bagi tempat tinggal. Masyarakat harus mengganti atapnya dengan material non asbes yang dipastikan memenuhi standar kesehatan.
"Diperlukan pengendalian penggunaan asbes untuk rumah tinggal. Penggantiannya non asbes, yang memenuhi standar keamanan dan kesehatan," tuturnya.
Salah satu material yang saat ini juga sering digunakan di rumah-rumah penduduk adalah genteng. Jenis genteng bermacam-macam, ada genteng beton, genteng tanah liat, genteng keramik, genteng seng dan genteng kayu (sirap).
Nah, genteng tanah liat bisa menjadi salah satu pilihan untuk menggantikan asbes. Harga genteng tanah liat cukup terjangkau, bahan ini tahan segala cuaca, dan lebih ringan dibanding genteng beton.
Meski demikian, perlu diperhatikan bahwa genteng jenis ini bisa pecah karena kejatuhan benda atau menerima beban tekanan yang besar melebihi kapasitasnya.








