Sadis, Ini yang Dikatakan Penganiaya Siswa SMP di Cilacap!
CILACAP, NETRALNEWS.COM - Kabar kurang mengenakan datang dari dunia pendidikan, karena ada siswa SMP di Cilacap yang menganiyaya siswa lain. Kini videonya beredar di media sosial dan viral, menunjukkan detik-detik kesadisan menghajar siswa sebayanya.
Tampak sang penganiaya mengenakan baju bercorak biru dan bercelana putih. Bertopi hitam, dia tampak merangkul siswa lain yang dianiaya, yang mengenakan seragam yang sama.
Tidak hanya berdua, tampak berkumpul beberapa siswa lelaki yang mengenakan seragam yang sama. Mereka berkumpul di sebuah bangunan, persis di samping lapangan luas dengan sekitarnya adalah alam.
Di hadapan mereka berdua, tampak siswa lain tengah membawa tongkat dengan dua sisi digantung kertas-kertas kotak, bertuliskan angka-angka. Mereka tertawa, sampai akhirnya sang pelaku menampar lelaki yang dirangkulnya, lalu ditendang dan dipukul dan pelajar yang lain tampak hanya terdiam.
"Enggeus, enggeus (sudah, sudah dalam Bahasa Sunda)," ujar pelajar lain, yang dikutip dari video yang beredar, Rabu (27/9/2023).
"Misahkeun aing, gelut ku aing kabehan (memisahkan saya, berkelahi dengan saya kalian semua)," timpal sang penganiaya.
Mendengar teriakan itu, para pelajar lain tampak hanya terdiam saja. Di sisi lain, menerima tamparan, tendangan dan pukulan, si korban tampak sempat menangis dan kesakitan.
"Nyeri? Nyeri? (sakit)," tanya si pelaku.
"Aduh," kata lelaki yang dihajar.
Si pelaku kemudian memberikan lelaki yang dihajar serabut kelapa. Dia menantang lelaki itu untuk menghajarnya. Tidak mau melawan, lelaki lain tampak memberikan sebilah kayu besar untuk si korban dan si pelaku menantang untuk melawan.
Tampak terduduk dan tidak mau melawan, si pelaku malah menendang keras hingga si korban terjatuh. Sesekali lelaki lain tampak tertawa bersama dan si pelaku tolak pinggang, berdiri sejajar dengan lelaki yang dihajar.
"Mau cerita ke orang tua? Ke bapa?," tanya si pelaku dalam Bahasa Sunda, disambut gelengan.
Seperti kurang puas, si pelaku menendang si korban hingga tersungkur. Diinjaknya bagian kepala serta perut, hingga mengerang kesakitan.
"Pingsan," kata pelajar lain.
Mendengar itu, si pelaku tampak sempat menghentikan hujamannya. Alih-alih menyesal dan menolong, dia malah bergaya di depan kamera dengan mengangkat dua jarinya.
Ditangkap Polisi
Aksi sadisnya viral, si pelaku lantas ditangkap dan diamankan oleh pihak kepolisian. Polisi tampak menghampiri kediaman si pelaku dan dijemput mengenakan mobil Polisi, saat matahari sudah gelap.
Meski sudah malam, tetapi halaman rumah si pelaku sudah ramai dengan warga. Saat si pelaku keluar rumah, warga berteriak-teriak hingga ada yang tersulut emosinya ingin menghakimi si pelaku.
"Ngisin-ngisini (malu-maluin)," sorak warga yang merekam, diikuti sorakan dan teriakan dari warga lain.





