Vlad Dracula Diduga Vegan, Peneliti: Ini Bukan Keinginan

Vlad Dracula Diduga Vegan, Peneliti: Ini Bukan Keinginan

Gaya Hidup | BuddyKu | Selasa, 5 September 2023 - 18:15
share

JAKARTA, iNews.id - Karakter fiksi Dracula yang terinspirasi dari gubernur Rumania pada abad ke-15 bernama Vlad the Impaler ternyata makan plant-based. Hal ini terungkap dari analisis terbaru.

Analisis ilmiah terhadap suara tulisan tangannya menunjukkan Vlad mungkin hanya makan plant-based. Vlad yang dikenal juga sebagai Vlad Dracula adalah penguasa Wallachian tiga kali antara 1448, dan kematiannya sekitar 1477.

Dia kemudian menjadi inspirasi vampire terkenal penulis Irlandia Bram Stoker dalam novelnya Dracula. Kini, lebih dari 500 tahun setelah kematiannya, para ilmuwan telah mengambil biomolekul sejarah dari surat yang ditulis panglima perang terkenal tersebut.

Tim tersebut mengambil darah, keringat, sidik jari, dan air liur dari sebuah surat pada Mei tahun ini, tepat 125 tahun sejak Stoker\'s Dracula diterbitkan.

Surat tersebut bertanggal 4 Agustus 1475, dan ditulis untuk penduduk kota Sibiu oleh seorang pria yang dalam teks tersebut menggambarkan dirinya sebagai \'pangeran wilayah Transalpine\'.

Dalam suratnya, dia memberi tahu penduduk kota segera tinggal di desa mereka. Di bagian bawah, dia menandatangani nama yang ditakuti yakni Vlad Dracula.

Para ahli dari Universitas Catania mengekstraksi darah, keringat, dan air liur dari surat-surat tersebut. Mereka menemukan tidak adanya protein makanan hewani, sebuah temuan yang tidak biasa.

Protein makanan [dalam huruf] hanya ditemukan pada plant food. Prototipe vampir mungkin adalah seorang vegan, kata rekan penulis Gleb Zilberstein kepada The Times.

Dia mengatakan keputusan untuk beralih ke planet-based mungkin lebih disebabkan kebutuhan, bukan keinginan.

Pada abad ke-15, Eropa mempunyai iklim yang sangat dingindan hanya ada sedikit makanan. Menurut ahli bioarkeolog, bangsawan di seluruh Eropa memiliki pola makan yang sangat sedikit dan daging sering kali tidak dimakan, ujarnya.

Tim menemukan surat-surat tersebut berisi petunjuk yang menunjukkan penguasa yang ditakuti tersebut menderita hemolacria, suatu kondisi yang menyebabkan penderitanya menangis darah.

Dia mungkin menderita, setidaknya dalam tahun-tahun terakhir hidupnya, dari kondisi patologis yang disebut hemolacria, yaitu, dia bisa meneteskan air mata bercampur darah, kata Pemimpin Profesor Vincenzo Cunsolo, yang memimpin penelitian.

Topik Menarik