BRIN dan Universitas Gajah Mada Kolaborasi dalam MYSA 2023, Gali Talenta Ilmuwan Indonesia

BRIN dan Universitas Gajah Mada Kolaborasi dalam MYSA 2023, Gali Talenta Ilmuwan Indonesia

Gaya Hidup | BuddyKu | Senin, 28 Agustus 2023 - 22:24
share

GELARAN Merck Young Scientist Award (MYSA) 2023 kembali digelar. Acara yang telah diadakan sejak 2018 kini berkolaborasi dengan Organisasi Riset Ilmu Hayati dan Lingkungan, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dan Universitas Gadjah Mada.

BRIN dan Universitas Gadjah Mada berperan selaku dewan juri untuk memberikan penilaian yang optimal terhadap para peserta. MYSA bertujuan untuk mengajak para ilmuwan muda untuk berdiskusi bersama, berbagi ide, mengembangkan penelitian ilmiah, dan berkolaborasi untuk menciptakan terobosan baru.

Selain itu, acara ini sekaligus untuk menghargai dedikasi para ilmuwan dalam menciptakan solusi berkelanjutan untuk memenuhi kebutuhan kesehatan masyarakat Indonesia.

Di era yang sudah serba modern, pengetahuan dan inovasi merupakan kunci terciptanya perubahan sosial, pembangunan sosial-ekonomi berkelanjutan, serta mendorong kemajuan global, ujar Presiden Direktur Merck Chemicals and Life Sciences, Bruno A. Mateus, saat diwawancara di JS Luwansa Hotel, Jakarta Selatan, Kamis, (24/8/2023).

Ajang ini terbuka untuk seluruh ilmuwan warga negara Indonesia, baik ilmuwan profesional, mahasiswa pascasarjana dan ilmuwan dari universitas, ilmuwan dari institusi swasta dan negara, hingga ilmuwan di rumah sakit yang berusia maksimal 40 tahun pada akhir Desember 2023.

Penelitian

Bruno melanjutkan, tahun ini, pihaknya berfokus pada pengembangan pengobatan inovatif berkelanjutan. Dia percaya bahwa para ilmuwan muda memainkan peran kunci dalam memajukan bidang kesehatan dan sains. Kualifikasi penelitian sendiri akan mencakup pengembangan produk dan pengetahuan dalam sektor pertanian, kesehatan, dan lingkungan yang telah dikaji dalam uji laboratorium.

Pendaftaran dilakukan secara online pada 9 Agustus 2023 hingga 29 September 2023, dengan mengirimkan proposal penelitian ilmiah ke www.SigmaAldrich.ID/MYSA2023.

Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang ilmu hayati khususnya bioteknologi dalam pemanfaatan biodiversitas di era global ini berjalan dengan sangat cepat. Vaksin, obat, material maju dan produk industri strategis di negara-negara maju sekarang semuanya dapat diproduksi hanya berbasis data, yaitu data genom dan protein.

Di era data mining dalam ilmu pengetahuan dan teknologi bidang hayati ini menuntut penguasaan teknologi kunci dalam bidang rekayasa genetika dengan bantuan multidisiplin ilmu lainnya termasuk teknologi digital dan artificial intelligence.

Disinilah peran talenta-talenta periset muda di Indonesia sangat dibutuhkan untuk menjawab berbagai tantangan khususnya dalam bidang ilmu hayati, kesehatan dan keilmuan terkait.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Organisasi Riset Ilmu Hayati dan Lingkungan BRIN, Iman Hidayat, mengatakan, bahwa Pemerintah Indonesia melalui BRIN bertekad untuk menciptakan ekosistem riset dan inovasi nasional yang mampu memunculkan, memupuk dan mengembangkan potensi periset-periset muda nasional.

Tujuannya adalah tidak lain agar bisa memiliki kompetensi yang bisa bersaing secara global dan mampu menghasilkan inovasi-inovasi yang mampu menjadi pengungkit daya saing industri nasional dan mengakselerasi pembangunan nasional yang berkelanjutan.

Untuk itu, kami sangat menyambut baik acara ini. Diharapkan gelaran ini dapat mengidentifikasi dan melahirkan talenta inovator atau ilmuwan muda terbaik di Indonesia untuk mempercepat akselerasi riset dan inovasi di Indonesia, tutur Iman.

Kami sangat menantikan untuk dapat melihat hasil karya ilmiah dari para ilmuwan muda Indonesia dalam menciptakan gelombang baru inovasi dan ide yang dapat mengubah kehidupan, katanya.

MYSA 2023 akan berfokus pada lima tema besar yaitu penelitian terkait penyakit infeksi (Infectious Diseases), riset tentang kanker (Cancer Research), ilmu kedokteran (Medical Science), proses untuk menemukan kandidat obat baru (Drug discovery), dan sintesis Kimia Industri dan Hijau (Industrial & Green Chemical Synthesis).

Masing-masing penelitian harus mengandung salah satu kriteria metode riset yang sudah ditentukan dan dilakukan di Indonesia dalam rangka meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

Topik Menarik