Robot Trading ATG Terungkap, Ribuan Korban Berasal dari Luar Negeri

Robot Trading ATG Terungkap, Ribuan Korban Berasal dari Luar Negeri

Gaya Hidup | BuddyKu | Rabu, 16 Agustus 2023 - 19:35
share

JAKARTA - Bareskrim Polri mengungkap kasus robot Trading Auto Trade Gold (ATG) yang mengakibatkan kerugian mencapai Rp450 Miliar. Di mana para korban kebanyakan merupakan Warga Negara Asing (WNA) dari benua Australia, Asia hingga Eropa.

Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim Polri, Brigjen Whisnu Hermawan mengatakan, bahwa para korban diketahui berasal dari luar negeri setelah polisi mengamankan laptop tersangka. Polisi kemudian melakukan audit investigasi terhadap program keanggotaan yang ada di laptop para tersangka.

"Kita menemukan bahwa banyak korban di luar negeri. antara lain, Rusia, Prancis, Dubai, Jepang, Kanada, Australia. di Asia Tenggara sendiri bisa dibilang tidak ada. Karena dia sering bermain di Eropa dan Arab," ujar Whisnu saat konferensi pers di Mabes Polri, Rabu (16/8/2023).

Kata dia, korban kasus ini paling banyak terdapat di negara Prancis.

"Waktu kita koordinasi dengan pihak kepolisian luar negeri ini kami pengennya semua ini ditarik ke Indonesia, karena di sana ada korban jadi diprosesnya di sana aset-asetnya," katanya.

Dalam kasus ini, polisi telah menetapkan lima orang tersangka. Diantaranya, Wahyu Kenzo yang dikenal sebagai crazy Rich Surabaya, di mana kasusnya akan disidangkan di Pengadilan Negeri (PN) Malang. Lalu, tersangka lainnya berinisial IG, IL, ZKR dan CB.

"Dan barang bukti berhasil kita sita sebanyak Rp450 miliar dari korban kurang lebih 1.500 korban atau pelapor. Ini terus kita upayakan untuk pengungkapan pelaku lainnya kita terus berupaya untuk mencari sebanyak-banyaknya barang bukti untuk dikembalikan kepada korban," jelasnya.

Lanjut , Whisnu dua tersangka yakni CB dan Wahyu Kenzo telah memasuki persidangan. Sementara, tiga lainnya yakni IG, IL dan ZKR masih dalam proses.

"Kita sudah tracing asetnya juga. Atasnama satu IG, yang satu lagi LI, yang satu lagi ZKR. Nah, jadi udah lima kan. Ini masih kita proses untuk berkas berikutnya," katanya.

Topik Menarik