Bolehkah Remaja Belajar Edukasi Seks Lewat Film Porno? Ini Penjelasan dr Boyke!

Bolehkah Remaja Belajar Edukasi Seks Lewat Film Porno? Ini Penjelasan dr Boyke!

Gaya Hidup | BuddyKu | Senin, 7 Agustus 2023 - 19:23
share

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Tak bisa dipungkiri bahwa saat ini para remaja di Indonesia banyak yang sudah memegang alat komunikasi pribadi, salah satunya gawai. Melalui gawai yang dilengkapi dengan layanan internet, remaja bisa mengakses dan mencari beragam informasi, salah satunya soal edukasi seks hingga mengakses konten porno.

Jadi, apakah remaja boleh belajar edukasi seks dengan cara menyaksikan film porno?

Seksolog dr H Boyke Dian Nugraha SpOG MARS menegaskan, remaja harus bisa membedakan antara edukasi seks dengan konten porno. Salah satu alasannya karena edukasi seks berarti memuat soal pendidikan, tak hanya hiburan yang membuat orang terangsang.

"Kalau porno, misalnya melihat perempuan cantik, terangsang. Harus diakui seks itu enak, maka ketika sudah mencicipi, pasti dia akan coba lagi," kata dr Boyke, dikutip dari perbincangannya di kanal Youtube Azka Corbuzier, Senin (7/8/2023).

Menurut dr Boyke, hal itu juga berlaku pada tindakan onani yang juga diakui enak. Tak heran jika remaja bisa melakukan onani hampir setiap hari karena menciptakan rasa enak dan membuat ingin melakukan lagi dan lagi.

"Kalau orang sudah melakukan seks, ajang pasangan lagi dan lagi. Jadi jangan lakukan (hubungan seks)," pesan dr Boyke pada remaja.

Dokter Boyke sebut, tidak ada batasan usia pasti seseorang harus menerima edukasi seks. Menurutnya, edukasi seks bukan hal tabu dan bisa diberikan informasinya pada anak sedini mungkin, saat anak sudah mempertanyakan seputar reproduksi.

Di kalangan remaja misalnya, harus sudah mengetahui hal-hal seputar pubertas. Pada laki-laki, hormon testosteronnya meningkat dan pada perempuan, hormon estrogennya yang meningkat, sehingga mempengaruhi gairah yang juga meningkat.

Dokter Boyke pesan, para remaja yang sudah pubertas agar memperhatikan dan menjaga kesehatan reproduksi, salah satunya merawat kebersihan alat kelamin. Pasalnya merawat dan menjaga kebersihan alat kelamin bukanlah hal sembarangan.

"Misalnya cebok, nggak bisa sembarangan, harus diperhatikan, perawatan dan kesehtaan organ intim. Celana dalam, diganti sehari dua kali. Untuk laki-laki juga," katanya.

Remaja juga diimbau tidak malu bercerita pada orang tua kala alami pubertas, karena masih belum paham merawat diri. Misalnya saja dalam penggunaan pembalut pada remaja yang baru pertama kali menstruasi.

"Penggunaan pembalut, ada yang naroh kebalik. Maka disitulah anak memasuki pubertas, perlu dekat dengan orang tua," pesan dr Boyke.

Apabila remaja yang sudah pubertas belum bisa menjaga diri, bisa berisiko hamil di luar nikah karena seks bebas. Padahal hubungan seks baru boleh dilakukan pada pasangan yang sudah menikah.

Selain itu, remaja juga belum cukup usia untuk berbadan dua. Hamil disarankan terjadi pada wanita dengan usia di atas 20 tahun, di mana organ panggul sudah terbentuk dengan sempurna dan hormon sudah bekerja secara optimal.

Di usia 20-an, wanita juga secara psikologi sudah matang menjadi ibu dan mengurus anak. "Usahakan nikah di atas 20 tahun," katanya.

Pesan itu disampaikan dr Boyke, karena remaja yang pacaran bisa terbawa hawa nafsu dan lupa segalanya. Di antaranya lupa agama dan lupa pendidikan seks. "Semua," katanya.

Dokter Boyke mengaku, dia punya pasien remaja yang konsultasi karena hamil duluan. Pihak lelaki klaim, dirinya sudah mengontrol diri, namun tidak bisa menahan nafsu karena pacarnya yang agresif hingga terjadi kehamilan.

"Laki-laki harus bisa jadi pemandu. Jadi lakukan (hubungan seks) kalau sudah menikah," tegas dia.

Topik Menarik