Apakah HIV Bisa Menular Meski Sudah Pakai Kondom? Ini Penjelasan dr Boyke!

Apakah HIV Bisa Menular Meski Sudah Pakai Kondom? Ini Penjelasan dr Boyke!

Gaya Hidup | BuddyKu | Jum'at, 4 Agustus 2023 - 17:33
share

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Seksolog dr H Boyke Dian Nugraha SpOG MARS atau akrab disapa dr Boyke sebut, Indonesia menempati urutan pertama kasus HIV/AIDS di Asia Pasifik. Padahal angka itu bisa ditekan, salah satunya dengan menggunakan alat kontrasepsi seperti kondom.

Tapi, apakah HIV/AIDS bisa menular meski sudah menggunakan kondom?

Pertama dr Boyke tegaskan bahwa dalam agama, hubungan di luar ikatan pernikahan adalah tindakan perzinahan. Maka dari itu dr Boyke tegaskan agar pasangan melakukan hubungan seks saat sudah ada ikatan pernikahan dan yang kedua adalah setia pada pasangan.

"Baru kondom. Kalau terpaksa, gunakan. Karena bisa melindungi dari HIV, meski tidak 100 persen," ujar dr Boyke, dikutip dari perbincangannya di Youtube Azka Corbuzier, Jumat (4/8/2023).

Kata dr Boyke, penggunaan kondom bisa melindungi seseorang hanya 76 persen saja untuk terhindar dari HIV. Salah satu alasannya karena kondom masih berpori-pori.

"Kondom berpori-pori, kalau dilihat pakai mikroskop kelihatan ada bolong-bolong. Virus itu ukurannya lebih kecil daripada pori-pori dari kondom," kata dr Boyke.

Dokter Boyke mengajak masyarakat untuk membayangkan, bagaimana virus bisa lolos dari pori-pori kondom. Hal itu tentu bisa tetap memiliki risiko menularkan virus, seperti HIV.

"Tapi lebih baik menggunakan kondom, daripada tidak menggunakan kondom. Karena laju HIV di Indonesia tinggi banget, paling tinggi di negara Asia Pasifik dan itu sangat menyedihkan sekali," katanya.

Menurut dr Boyke, salah satu penyebab angka itu tinggi karena pasangan yang melakukan hubungan seks tanpa menggunakan kondom. Salah satu alasan yang paling banyak dikemukakan karena penggunaan kondom bisa mengurangi rasa kenikmatan dari hubungan seksual.

"Ya kamu mengurangi kenikmatan, tapi kena HIV gimana? Lebihat benefitnya. Sebaiknya jangan lakukan hubungan seks (apabila belum ada ikatan nikah dan setia)," katanya.

Dokter Boyke memahami, apabila orang sedang jatuh cinta rasanya seperti "terbius". Alhasil, ada pasangan kekasih yang salah satunya meminta hubungan seksual. Pasangan yang lainnya takut, apabila tidak melakukan malah diputuskan cintanya, sementara membutuhkan pasangan.

"Itu bahaya sekali. Kalau perempuan bisa kehilangan keperawanan, kalau laki-laki, hilang keperjakaan nggak kelihatan, kalau perempuan ada tandanya," katanya.

Dari alasan itu, dr Boyke benarkan bahwa perempuan akan jadi pihak yang paling dirugikan. Pasalnya selain kehilangan keperawanan juga risiko tertular penyakit, seperti HIV lebih tinggi.

"Bentuk alat kelamin perempuan kan seperti sumur, jadi apa yang diberikan laki-laki, ditampung semua sama perempuan, termasuk penyakit," katanya.


Topik Menarik