Meta Blokir Akses Threads di Eropa, Tak Bisa Juga Dibuka Pakai VPN
DI saat hype media sosial baru Threads tengah bergaung di seluruh dunia, masyarakat Eropa malah tidak bisa menikmatinya. Pasalnya, medsos besutan Mark Zuckerberg ini tidak bisa diakses di Eropa.
Hal ini lantaran regulasi ketat yang diterapkan Uni Eropa. Sumber meta telah mengindikasikan regulasi adalah alasan penundaan di Uni Eropa, dengan kekhawatiran yang muncul tentang apakah aplikasi tersebut akan mematuhi aturan privasi data UE yang ketat.
Threads sendiri tersedia di lebih dari 100 negara, termasuk AS dan Inggris, tetapi tidak di Eropa. Meski diblokir, tapi tentu saja mereka masih bisa mengakses, apalagi kalau bukan dengan menggunakan VPN.
Tapi, lewat update terbaru mereka Meta pun benar-benar memblokir akses Threads meskipun menggunakan VPN. Pengguna di negara-negara Eropa pun tidak bisa menggunakan Threads meskipun menggunakan VPN, mengakibatkan profil dan konten tidak bisa dimuat dan pemberitahuan tidak berfungsi.
Threads saat ini tidak tersedia di sebagian besar negara Eropa dan kami telah mengambil tindakan lebih lanjut untuk mencegah orang dari negara tersebut mengakses Threads. Eropa terus menjadi pasar yang sangat penting bagi Meta dan kami berharap dapat membawa Threads ke lebih banyak negara di masa mendatang, tulis Meta dalam keterangannya seperti dilansir dari GSM Arena.
Threads sendiri, telah mengumpulkan 100 juta pengguna dalam waktu seminggu setelah peluncuran, dan tentunya perluasannya ke negara-negara Eropa akan meningkatkan jumlah tersebut. Namun, kemungkinan mereka tidak akan dapat mengunduhnya karena aturan Digital Markets Act (DMA).
Pasalnya, jumlah informasi pribadi yang dapat dikumpulkan Thread dari smartphone kita memang sangat banyak. Permintaan izin akses data pengguna semacam inilah yang dilarang oleh pemerintah UE.
Apalagi, Meta sempat didenda oleh Uni Eropa sekitar 377 juta euro atau sekira Rp6,4 triliun pada awal 2023 lalu. Denda tersebut diterapkan lantaran mereka membuat layanan periklanan di WhatsApp.
Sebab layanan tersebut menggunakan data dari Facebook atau Instagram. Perusahaan diduga tidak memiliki dasar hukum yang valid sesuai General Data Protection Regulation (GPDR) atau Undang-Undang Perlindungan Data Pribadi Eropa untuk menjalankan layanan iklan sana.
Total ada 14 data privasi yang bisa terkoneksi dengan Threads. Kondisi itu memang membuat beberapa pengguna Threads khawatir. Mereka merasa pengoneksian data privasi yang dilakukan Threads terlalu berlebihan.










