Viral Ida Dayak Sembuhkan Patah Tulang, Jumlah Dokter Orthopaedi di Indonesia Langka?

Viral Ida Dayak Sembuhkan Patah Tulang, Jumlah Dokter Orthopaedi di Indonesia Langka?

Gaya Hidup | BuddyKu | Jum'at, 7 April 2023 - 15:29
share

Jakarta - Fenomena viral Ida Dayak yang mengklaim mampu menyembuhkan segala penyakit, terutama terkait cedera hingga patah tulang, telah menjadi perbincangan hangat di Indonesia. Video yang beberapa kali diunggah menunjukkan Ida Dayak yang tampak meluruskan beberapa lengan yang bengkok kembali ke bentuk "normal". Namun, mengapa pengobatan alternatif semacam ini banyak diminati oleh masyarakat?

Menurut Ketua Dewan Pakar Perhimpunan Dokter Spesialis Orthopaedi dan Traumatologi Indonesia (PABOI) periode 2022-2025, Prof Dr dr Ferdiansyah, SpOT(K), fenomena pengobatan alternatif atau yang disebut juga Complementary Alternative Medicine (CAM) memiliki beberapa alasan yang mendasarinya. Salah satunya adalah rendahnya rasio dokter spesialis ortopedi per populasi di Indonesia. Diperkirakan hanya ada sekitar 1.500-an dokter ortopedi di Indonesia, dengan mayoritas penempatan praktek di DKI Jakarta, sementara di wilayah Indonesia bagian timur masih minim jumlahnya.

Di samping itu, ada beberapa kondisi kronis yang mungkin belum bisa disembuhkan secara medis, sehingga pasien merasa "putus asa" dan mencari pengobatan alternatif sebagai harapan untuk kesembuhan. Beberapa kasus juga melibatkan mereka yang mengalami kecacatan sejak lahir, yang kemungkinan besar mencoba pengobatan alternatif sebagai upaya untuk mencapai kesembuhan.

Prof Ferdiansyah juga mencatat bahwa fenomena pengobatan alternatif tidak hanya terjadi di Indonesia, tetapi juga di banyak negara maju. Sebagai contoh, di Amerika Serikat, 42 persen masyarakat percaya pada terapi alternatif, di Australia 48 persen, Prancis 49 persen, dan China 50 persen. Bahkan, di Chili dan Kanada, angka tersebut mencapai 71 persen dan 70 persen, yang menunjukkan minat yang tinggi terhadap pengobatan alternatif di negara-negara maju.

Namun, Prof Ferdiansyah menekankan pentingnya menjaga standarisasi pengobatan alternatif, memonitor efektivitas terapi, dan memastikan efek samping yang timbul masih dapat ditoleransi. Dalam konteks pengobatan, baik modern maupun alternatif, penting untuk mengedepankan bukti ilmiah dan menghindari klaim yang tidak dapat dibuktikan secara medis.

Dalam menghadapi fenomena pengobatan alternatif yang banyak diminati oleh masyarakat, pihak berwenang, baik pemerintah, lembaga kesehatan, maupun masyarakat itu sendiri, perlu bekerja sama untuk memastikan pilihan pengobatan yang aman, efektif, dan berbasis pada bukti ilmiah. Penyuluhan kepada masyarakat mengenai pentingnya mengakses pelayanan kesehatan yang berbasis pada bukti ilmiah juga perlu ditingkatkan, serta peningkatan jumlah dan penyebaran dokter spesialis ortopedi di wilayah yang masih minim.

Topik Menarik