Jangan Salah Paham, Begini Penjelasan Makna Hikmah

Jangan Salah Paham, Begini Penjelasan Makna Hikmah

Gaya Hidup | BuddyKu | Rabu, 15 Maret 2023 - 15:44
share

AKURAT.CO Seorang manusia telah banyak merasakan berbagai macam peristiwa di dalam kehidupannya. Baik peristiwa itu berupa kebahagiaan, kesenangan dan kegembiraan. Ataupun terkadang menyajikan peristiwa yang sengsara, kesedihan hingga menyayat perasaan. Warna-warni peristiwa tersebut semua telah dirasakan. Bagaikan roda yang berputar, kehidupan manusia selalu silih berganti kadang masanya di atas, ada kalanya juga berada di bawah. Begitulah warna dari kehidupan yang harus dihadapi manusia.

Masa dulu adalah kenangan, kemarin merupakan pengalaman, dan hari esok adalah harapan. Permasalahan yang selalu ada haruslah diupayakan dengan hati, pikiran serta raga yang kokoh untuk bisa menyelesaikannya. Namun terkadang masalah hidup yang terlalu berat tak sedikit orang ada yang menyelesaikannya dengan cara yang singkat, memotong Kompas serta irasional. Padahal yang seharusnya dilakukan adalah menyelesaikan problematika hidup tersebut dengan cara yang sadar atas nalar, mempersiapkan jiwa yang tenang serta hati yang lapang untuk bisa menerima. Seperti itulah harusnya persoalan hidup dihadapi, dengan memetik hikmah dari kegagalan peristiwa ataupun kebahagiaan yang telah didapat.

Hikmah merupakan kebijaksanaan, makna, atau manfaat begitulah yang diungkapkan dalam kamus besar bahasa Indonesia. Hikmah adalah proses perenungan sungguh-sungguh kita dalam mengambil suatu kebijakan, atau manfaat dari aspek suatu ruang apapun untuk membawa kita pada hal yang baik dan menghalangi kita dari keburukan. Hikmah itu bukan hanya dari ilmu yang dipelajari, namun bisa juga dari peristiwa yang telah kita lalui baik itu peristiwa baik atau buruk agar nantinya manfaat yang kita ambil tersebut dapat digunakan dalam kehidupan untuk tidak terjerumus dalam peristiwa yang sama.

Muhammad Quraish Shihab menuturkan pendapatnya dalam memaknai hikmah. Beliau mengatakan hikmah itu diambil dari kata hakama yang berasal dari bahasa Arab berarti menghalangi. Seperti makna hakam yaitu menghalangi terjadinya penganiayaan. Dari awal memiliki kata yang sama maka dibentuklah kata yang memiliki makna kendali, yaitu sesuatu yang fungsinya mengantarkan kepada yang baik serta menghindarkan dari yang buruk. Pencapaian dalam hikmah diperlukan pengetahuan serta kemampuan untuk bisa menerapkannya.

Dalam surat Al-Baqarah ayat 216 Allah SWT berfirman:

Artinya: Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal itu baik bagimu dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu, padahal itu buruk bagimu. Allah mengetahui, sedangkan kamu tidak mengetahui. (QS. Al-Baqarah: 216).

Imam Ibnu Athaillah as-Sakandaria menjelaskan sesuai dalam ayat di atas tentang hikmah dalam karyanya al-hikam, beliau menyatakan bahwa bisa jadi Allah memberimu suatu anugerah kemudian menghalangimu darinya, dan boleh jadi Allah menghalangimu dari suatu anugerah kemudian Dia memberimu anugerah yang lain. Ketika Allah membukakan pintu pemahaman kepadamu tentang pencegahannya dari suatu anugerah, maka penolakan Allah itu pun berubah menjadi anugerah (hikmah) yang sebenarnya.

Ibnu Katsir dan Al-Thabari, Syeikh al-Mufassirin, maha guru para ahli tafsir, menyampaikan pandangan beragam mengenai tafsir dari kata hikmah. Beliau kemudian menyimpulkan bahwa semua pendapat para ulama atas kata ini, meski dengan uraian serta penjelasan contoh yang berbeda-beda, tetapi pada dasarnya sama, bahwa hikmah adalah al-Ishabah fi al-umur, yakni pikiran yang tepat. Pemikiran yang tepat tersebut tentu diperoleh dari pemahaman, pengetahuan, dan pengalaman disertai dengan rasa takwa kepada Allah SWT.

Dapat disimpulkan bahwa hikmah merupakan pikiran yang tepa tatas memahami peristiwa ruang yang terjadi untuk membawa diri pada kebaikan dan menghalangi diri dari keburukan.[]

Topik Menarik