Bukan Cuma Rokok, Berikut Adalah Penyebab Gusi Hitam dan Cara Mengatasi
Senyum merupakan salah satu daya tarik penampilan yang penting bagi seseorang. Tidak hanya kondisi gigi, tetapi juga kondisi gusi dapat mempengaruhi penampilan seseorang. Namun, seringkali gusi yang menghitam dapat mengurangi kepercayaan diri seseorang. Pewarnaan pada gusi disebut pigmentasi dan dapat bervariasi pada setiap orang, mulai dari cokelat muda hingga hitam. Jadi sebenarnya apa penyebab gusi hitam dan cara mengatasi masalah tersebut.
Warna gusi dipengaruhi oleh beberapa faktor, termasuk jumlah dan ukuran pembuluh darah (vaskularisasi), ketebalan jaringan epitel gusi, derajat keratinisasi, dan pigmentasi pada sel epitel gusi. Pigmen yang mempengaruhi warna gusi antara lain melanin, karoten, rendahnya kadar hemoglobin (Hb), dan Oxy-hemoglobin (HbO2).
Hiperpigmentasi merupakan gangguan pewarnaan pada gusi yang dapat disebabkan oleh beberapa faktor, seperti faktor fisiologi, penyakit sistemik, faktor genetik, kebiasaan merokok, penggunaan bahan tambal amalgam, konsumsi obat jangka panjang, terutama obat antimalaria dan antidepresan trisiklik.
Penyebab Gusi Hitam dan Cara Mengatasi
Gusi yang berubah menjadi hitam biasanya disebabkan oleh kondisi pigmentasi atau hiperpigmentasi. Hiperpigmentasi pada gusi terjadi ketika produksi melanin meningkat, menyebabkan gusi menjadi lebih gelap dari warna normalnya. Ada beberapa penyebab yang dapat menyebabkan hiperpigmentasi pada gusi, di antaranya kebiasaan merokok, konsumsi obat-obatan tertentu, dan terpapar bahan-bahan tertentu.
Kebiasaan merokok adalah salah satu penyebab umum dari hiperpigmentasi pada gusi. Nikotin dan zat-zat kimia dalam rokok merusak jaringan gusi dan memicu produksi melanin lebih banyak, yang dapat menyebabkan gusi berubah menjadi hitam. Tidak hanya gusi, tetapi rongga mulut sampai bibir juga dapat berubah warna menjadi lebih hitam.
Selain kebiasaan merokok, konsumsi obat-obatan tertentu juga dapat memicu hiperpigmentasi pada gusi. Salah satunya adalah obat minosiklin, yang digunakan untuk mengobati infeksi bakteri. Efek samping dari obat ini adalah perubahan warna pada gusi, dan kondisi ini biasanya terjadi pada orang yang mengonsumsi obat dalam jangka panjang.
Selain itu, terpapar bahan-bahan tertentu juga dapat memicu hiperpigmentasi pada gusi. Sebelum adanya bahan penambal gigi berwarna putih, dokter gigi menggunakan bahan amalgam yang terbuat dari logam. Bahan ini sering digunakan karena disinyalir kuat untuk mengunyah. Namun, bahan amalgam dapat memiliki efek samping buruk seperti menyebabkan timbulnya bercak hitam, biru, abu di area gusi.
Ada beberapa faktor lain yang dapat memicu hiperpigmentasi pada gusi, di antaranya faktor fisiologis, penyakit sistemik, dan faktor genetik. Faktor-faktor ini dapat mempengaruhi produksi melanin pada tubuh, sehingga menyebabkan gusi berubah menjadi hitam.
Cara Mengatasi Gusi Hitam
Setelah mengetahui penyebab gusi hitam dan cara mengatasi masalah gusi hitam tersebut, berikut ada beberapa teknik perawatan tersedia di klinik gigi yang bisa menjadi pilihan perawatan cara memerahkan gusi hitam:
- Perawatan Bedah Scalpel
MNC Insurance Berikan Perlindungan untuk Mahasiswa CIMSA Univetas Lampung Lewat e-Card Asuransi
Metode ini merupakan teknik konvensional yang masih menggunakan pisau bedah (scalpel). Perawatan ini dilakukan dengan mengambil lapisan pigmen gusi yang berwarna coklat atau kehitaman. Meskipun perawatan ini membutuhkan bius lokal, tingkat penyembuhan lukanya sangat baik dan lebih ekonomis dibanding dengan teknik lainnya.
- Perawatan Bedah Bur Abrasi
Teknik ini dilakukan dengan pengambilan lapisan pigmen gusi menggunakan bur. Alat-alat yang digunakan relatif sederhana, aman, tidak terlalu agresif, dan ekonomis. Namun, kekurangannya terletak pada kedalaman pengambilan jaringan gusi karena membutuhkan tingkat akurasi yang baik.
- Perawatan Electrosurgery
Jenis perawatan ini adalah yang paling sering dijumpai di klinik dengan fasilitas modern. Perawatan ini merupakan gabungan antara bedah-elektro yang bekerja dengan menghantarkan panas listrik ke jaringan gusi. Teknik ini memiliki kontrol perdarahan yang baik, pembentukan gusi yang bagus, sehingga lebih nyaman saat perawatan. Penyembuhan luka dengan teknik ini pun sangat baik.
- Perawatan Bedah Krio (Cryosurgery)
Pada teknik ini, jaringan gusi yang berwarna coklat kehitaman akan dibekukan dengan bahan seperti nitrogen cair. Teknik ini memanfaatkan proses perubahan suhu yang cepat dari beku menjadi cair. Kelebihan teknik ini tergolong cepat, tidak memerlukan bius atau penjahitan, dan tidak menyebabkan perdarahan. Namun, kekurangan teknik ini adalah sulit untuk memprediksi kedalaman kerusakan jaringan gusi hingga penyembuhannya.










