Hak Cuti Suami saat Istri Melahirkan Kurang Efektif? Begini Penjelasan Ahli

Hak Cuti Suami saat Istri Melahirkan Kurang Efektif? Begini Penjelasan Ahli

Gaya Hidup | BuddyKu | Sabtu, 24 Desember 2022 - 14:21
share

JAKARTA, celebrities.id - Topik mengenai hak cuti suami saat istri melahirkan ramai diperbincangkan sejak 2017. Faktanya, pemerintah Indonesia telah mengatur dan memberikan hak cuti kepada setiap suami untuk tidak masuk bekerja dalam proses mendampingi istri melahirkan sejak 2003.

Hal itu tertuang dalam Undang-Undang Ketenagakerjaan No. 13 tahun 2003.
Pada pasal 93 ayat 4 huruf e. Isi dari UU Ketenagakerjaan menyatakan bahwa, Upah yang dibayarkan kepada pekerja/buruh yang tidak masuk bekerja karena istri melahirkan atau keguguran kandungan, dibayar untuk selama 2 hari.

Jika ditelaah, maka isi UU itu artinya setiap karyawan laki-laki berhak atas cuti melahirkan ayah selama dua hari tanpa pemotongan gaji. Namun, ada beberapa perusahaan yang menetapkan kebijakan tersebut dengan memberikan hak cuti lebih lama dari anjuran pemerintah. Bahkan, ada yang sampai 40 hari.

Di beberapa negara juga menetapkan durasi cuti melahirkan bagi ayah atau suami yang cukup lama, seperti Norwegia (16 minggu), Swedia (10 minggu), dan Finlandia (7 minggu).

Namun nyatanya, peneliti laktasi dari Program Studi Kedokteran Kerja Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI), Dr. dr. Ray Wagiu Basrowi, MKK mengungkapkan bahwa cuti suami tidak efektif. Hal itu berdasarkan penelitian yang dilakukan di Jepang.

Dukungan peran suami memang penting, tapi sifatnya occasionally . Biarkan suami melakukan perannya sebagai kepala keluarga, ujarnya saat Diskusi Kelompok Terbatas, Refleksi Hari Ibu 2022: Kesehatan Pekerja Perempuan Indonesia, Bagaimana Kondisi di Indonesia?, baru-baru ini.

Dokter Ray menyampaikan dibanding memberi cuti hingga 40 hari kepada suami, lebih baik maksimalkan perpanjang cuti perempuan melahirkan saja.

Skala prioritasnya berdasarkan penelitian di Jepang lebih efektif ibu saja yang diberi cuti 6 bulan, ada beberapa perusahaan yang kasih cuti 2 minggu. Penelitian bilang nggak efektif. Penting banget untuk jaga kestabilan ekonomi kalau suami bisa memaksimalkan peran sebagai kepala keluarga, ucap Dokter Ray.

Dokter Ray menambahkan menurut studi support system suami kepada istri memang berpengaruh hingga 94 persen, sisanya ibu kandung si perempuan, mertua, lalu keluarga.

Kalau seorang wanita tidak dapat dukungan suami, 94 persen ASI eksklusif akan gagal. Tapi kalau konsep berbagai peran nggak perlu sampai 40 hari karena menurut penelitian tidak efektif, tuturnya.

Topik Menarik