Daftar 5 Brand yang Putuskan Kontrak Kerja Sama dengan Kanye West

Daftar 5 Brand yang Putuskan Kontrak Kerja Sama dengan Kanye West

Gaya Hidup | BuddyKu | Kamis, 27 Oktober 2022 - 14:54
share

Karir dari Kanye West dalam beberapa minggu belakangan ini dibayangi skandal dan kontroversi. Satu per satu brand yang pernah bekerjasama dan berhubungan baik dengan Kanye West memutuskan untuk tak ingin berkaitan lagi dengannya.

Semua terjadi akibat sikap dari pria 45 tahun ini yang memicu protes hingga kecaman. Kanye West menjadi sorotan setelah beberapa kali membuat kesal banyak kalangan. Ini bermula dari konflik bisnis dengan GAP lalu berlanjut ke t-shirt yang bertulisan White Lives Matter, membully salah satu editor Vogue hingga puncaknya ujaran kebencian terhadap kaum Yahudi.

Berikut ini daftar Brand yang memutuskan kontrak kerjasama dengan Kanye West.

1. Balenciaga

Balenciaga tidak punya lagi hubungan apapun itu bentuknya atau rencana lain yang berkaitan dengan artis ini, bunyi pernyataan Kering kepada WWD. Kering, grup yang menaungi rumah mode Balenciaga mengumumkan keputusannya pada Kamis, 20 Oktober 2022 untuk mengakhiri segala bentuk kolaborasinya dengan Kanye West.

Kanye West sendiri sempat membuka peragaan Balenciaga koleksi Spring 2023 di Paris Fashion Week. Ia berjalan di catwalk penuh lumpur dengan busana bergaya militer serba hitam. Foto penampilan tersebut sudah hilang dari laman foto catwalk Balenciaga di Vogue Runway.

2. Adidas

Merek pakaian olahraga ini sebelumnya mengatakan jika kolaborasi mereka yang melahirkan brand Yeezy adalah salah satu brand yang paling sukses dalam sejarah perusahaan. Kolaborasi selama tujuh tahun dengan Kanye West resmi diakhiri. Keputusan ini artinya Adidas akan mengalami kerugian sebesar 217 juta.

"Adidas tidak mentolerir anti semitisme dan segala bentuk ujaran kebencian lainnya. Komentar dan tindakan Anda baru-baru ini tidak dapat diterima, penuh kebencian dan berbahaya, dan itu melanggar nilai-nilai perusahaan tentang keragaman dan inklusi, saling menghormati dan keadilan," demikian pernyataan resmi Adidas. Adidas sendiri diketahui tidak akan mentolerir anti semitisme atau sikap terhadap kaum Yahudi dan ujaran kebencian.

3. Vogue

Ujaran kebencian terhadap kaum Yahudi yang dilontarkan Kanye West di Twitter menjadi buntut ditolaknya ia dari brand majalah high-end, Vogue. Lewat juru bicaranya, Vogue menyatakan menolak untuk kerjasama dengan mantan suami Kim Kardashian itu dalam bentuk apapun di masa depan.

Orang yang bekerja di Vogue mengatakan bahwa Anna Wintour tidak ingin lagi majalah yang ia pimpin dikaitkan dengan nama Kanye West.

Baik majalah maupun editor-in-chief Anna Wintour tidak berniat kerja sama dengan Kanye West lagi, dikutip dari Pagesix.

4. GAP

Sebelumnya, pihak GAP mengumumkan akan tetap memasarkan produk Yeezy GAP yang sudah terlanjur diproduksi. Keputusan mereka pun berubah setelah pernyataan anti semitisme Kanye West yang memancing kemarahan publik.

"Sikap mantan rekan kerja kami baru-baru ini menjadi alasan kuat kenapa kami mengambil langkah sesegera mungkin untuk menyingkirkan produk Yeezy Gap dari toko," tulis GAP dalam pernyataannya yang dirilis pada Selasa 25 Oktober 2022.

Kontrak yang dijalani selama dua tahun resmi berakhir pada September 2022. Salah satu pelanggaran kontrak menjadi alasannya. Dalam surat pernyataannya, Kanye West menyebutkan jika GAP telah gagal memasarkan produk YZY GAP di toko. Sebelumnya, pihak GAP akan tetap memasarkan produknya yang sudah terlanjur diproduksi. Namun, keputusan mereka berubah setelah pernyataan anti semitisme yang memancing kemarahan publik yang dilontarkan Kanye West.

5. Foot Locker

Foot Locker juga mengambil langkah yang sama. Pihaknya mengkonfirmasi pada Selasa 25 Oktober bahwa mereka tidak akan menjual produk-produk Yeezy lagi. Mereka pun menarik koleksi sneakers Yeezy dari rak-rak di toko offline maupun online.

"Kami akan tetap bekerjasama dengan Adidas dan menjual berbagai variasi koleksinya, tapi kedepannya kami tidak akan mendukung produk apapun dari Yeezy, dan telah menginstruksikan pengelola retail untuk menarik produk yang masih ada di toko maupun situs digital," ujar juru bicara Foot Locker.

BINT#4



Topik Menarik