Dari 12 Indikator Keluarga Sehat, Berhenti Merokok Diakui Paling Sulit Diintervensi

Dari 12 Indikator Keluarga Sehat, Berhenti Merokok Diakui Paling Sulit Diintervensi

Gaya Hidup | BuddyKu | Selasa, 6 September 2022 - 18:28
share

LUWU UTARA, BUKAMATA - Kementerian Kesehatan Republik Indonesia mengungkapkan bahwa ada 12 indikator yang perlu mendapat perhatian untuk mencapai keluarga yang sehat. 12 Indikator Keluarga Sehat menurut Kemenkes adalah, Keluarga mengikuti program KB, Ibu melakukan persalinan di fasilitas kesehatan, dan Bayi mendapat imunisasi lengkap.

Selanjutnya, Bayi mendapat ASI eksklusif, Balita mendapat pemantauan pertumbuhan, serta Penderita TB paru-paru mendapatkan pengobatan yang sesuai dengan standar.

Berikutnya, Penderita hipertensi melakukan pengobatan teratur, Penderita gangguan jiwa mendapat pengobatan dan tidak ditelantarkan, dan Anggota keluarga tidak merokok.

Kemudian terakhir, Keluarga sudah menjadi anggota JKN, Keluarga mempunyai akses air bersih, serta Keluarga mempunyai akses atau menggunakan jamban keluarga.

Dua belas indikator ini menjadi bahasan pada pertemuan Koordinasi Terintegrasi Lintas Program dan Lintas Sektor Tingkat Kabupaten/Puskesmas, di Hotel Bukit Indah, Masamba, kemarin, Senin, 5 September 2022.

Kegiatan pertemuan Koordinasi Terintegrasi Lintas Program dan Lintas Sektor Tingkat Kabupaten dan Puskesmas ini dibuka Sekretaris Daerah Luwu Utara, Armiadi.

Dalam sambutannya, Sekda Armiadi mengungkapkan, dari 12 indikator keluarga sehat, indikator ke sembilan, anggota keluarga tidak ada yang merokok, diakui paling sulit diintervensi.

"Dari 12 indikator keluarga sehat yang dikeluarkan Kementerian Kesehatan RI, beberapa program sangat sulit diintervensi, salah satunya adalah merokok," ungkap Armiadi.

Untuk itu, ia berharap para peserta yang mengikuti pertemuan lintas sektor ini diminta aktif memberikan sumbang saran dan aksi tindak lanjut dari setiap permasalahan yang ada.

"Dengan pertemuan ini, kami sangat berharap masing-masing pihak terkait, dapat mengambil peran, baik Dinas Kesehatan, Puskesmas maupun lintas sektor lainnya," terang dia.

"Tidak ada pekerjaan yang susah, dan tidak ada pekerjaan yang berat, sepanjang kita mau memikulnya secara bersama-sama pula," sambung mantan Kadis Pertanian ini.

Diketahui, dari 12 indikator tersebut, Luwu Utara berada pada angka 0,18 persen dari target Nasional 0,32 persen, sehingga pertemuan ini menjadi urgen untuk mencapai target tersebut.

Hadir dalam pertemuan ini, Kadis Kesehatan Lutra Marhani Katman, Narasumber dari Dinas Kesehatan Provinsi, Kabid Pelayanan Kesmas Dinkes Lutra, serta para Sub-Koordinator Pelayanan Kesehatan Primer dan Kesehatan Tradisional. (*)

Topik Menarik