Perhimpunan INTI Konsisten Berikan Beasiswa CGS Kepada Kejaksaan RI
Ketua Bidang Pendidikan Perhimpunan Indonesia Tionghoa (INTI) Santi Ding, berkesempatan bertemu dengan para pegawai Kejaksaan RI yang menerima beasiswa pendidikan INTI-CGS ( Chinese Government Scholarship ).
Pertemuan yang juga dihadiri oleh Wakil Ketua Umum INTI, Lexyndo Hakim, dilakukan sembari makan siang Bersama di Kawasan Hayam Wuruk, Jakarta Pusat.
Para pegawai Kejaksaan ini berinisiatif mengajak silaturahmi Perhimpunan INTI, lantaran bersyukur dan senang mendapatkan kesempatan menerima beasiswa. Terlebih, proses seleksi dan perekrutan dilakukan oleh tim yang profesional dan transparan dari Perhimpunan INTI.
Para pegawai Kejaksaan yang hadir di antaranya Fardana Kusumah dan Melani Simanjuntak. Keduanya penerima beasiswa INTI-CGS jurusan Hubungan Internasional di Central China Normal University. Kemudian, hadir juga Rizqullah Firdaus yang mengambil jurusan Bisnis di CCNU, Tiongkok.
Sebagaimana diketahui, sejak tahun 2019, Perhimpunan INTI telah memberikan beasiswa INTI-CGS untuk kuliah S1/ S2/ S3 ke Tiongkok kepada rekan-rekan Kejaksaan di seluruh Indonesia.
Masih ada empat pegawai yang belum sempat hadir. Keempatnya yaitu Juli Hutabarat, Yashinta Vini Mandey (beasiswa jurusan School of Jurnalism and communication di Universitas Xian International Studies), Junita Sari (School of information and Communication Engineering di Electronics Science and Technology Of China ) dan Derisia Diara.
Terima kasih banyak rekan-rekan Kejaksaan sudah ajak saya dan Waketum INTI untuk silaturahmi, di sela-sela kesibukan dan tugas masih ingat untuk traktir kami makan siang, ujar Santi.
Santi menambahkan, Perhimpunan INTI berkomitmen untuk mengambil peran dalam dinamika pembangunan bangsa, aktif dalam kegiatan social bermasyarakat.
Termasuk, mengambil peran dan aktif dalam memberikan beasiswa Pendidikan ke berbagai kalangan lintas etnis, agama dan organisasi, serta lintas profesi demi terwujudnya visi misi Pemerintah, menjadikan SDM Unggul, Indonesia Maju.
Pegawai Kejaksaan yang mendapatkan beasiswa Pendidikan (full) ke Tiongkok sejak tahun 2019/2020 sampai saat ini, sudah menyebar.
Mulai dari Jaksa yang bertugas di DKI Jakarta, Bengkulu, sampai ada yang bertugas di Bengkalis, Sanggau, Kalimantan Barat, Sulawesi Utara, Maluku Utara dan di Kejaksaan Negeri Majalengka.
Kami Perhimpunan INTI terbuka bagi siapapun yang ingin meningkatkan sumber daya manusia, khususnya dalam mempersiapkan SDM yang handal dan tangguh dalam menghadapi perkembangan zaman. Sejak 2019, sudah 3 (tahun), yaitu 3 angkatan CGS. Kami senang bisa bersinergi dengan rekan-rekan Kejaksaan, dan tentunya rekan-rekan yang sudah bertahun menerima beasiswa Pendidikan ini, bisa bermanfaaat bagi dirinya sendiri dan berguna untuk Lembaga nya tersebut, tambah Santi.
Lexyndo Hakim, Wakil Ketua Umum INTI menambahkan, Perhimpunan INTI telah memberikan ratusan beasiswa INTI-CGS ini dari tahun 2018 dan masih terus bergulir sampai saat ini.
Kami berharap beasiswa yang kami berikan bisa berguna dan bermanfaat, karena bekal pendidikan, khususnya dalam hal ini Bahasa Mandarin, akan sangat berperan untuk masa depan. Salah seorang Jaksa penerima Beasiswa INTI-CGS, bebernya.
Sementara Fardana Kusumah menyampaikan, dalam menghadapi perkembangan dan tantangan ke depan, Kejaksaan memerlukan aparatur yang mumpuni.
Pendidikan bahasa Mandarin dan kuliah di China ini salah satu fackor penting dalam peningkatan SDM di Kejaksaan RI.
Banyak pengajar di Universitas di Tiongkok yang sangat expert di bidangnya dan banyak sekali ilmu yang kami dapat, walau memang kadang terkendala dengan bahasa (Mandarin) tapi karena sudah diberikan kesempatan tentunya harus tekun dan melihat berulang-ulang dari video (rekaman) pelajaran-pelajaran tiap kelas, ujar Junita Sari, yang menempuh Pendidikan di Electronics Science and Technology of China.
Beasiswa Pendidikan yang diberikan oleh Perhimpunan INTI ini adalah beasiswa Pendidikan dari jenjang tingkat S1, S2 dan S3 yang merupakan beasiswa penuh, meliputi tunjangan hidup, biaya perkuliahan, biaya penelitian, biaya buku, dan tempat tinggal.
Proses terpilihnya sebagai mahasiswa tentunya tidak mudah. Mereka harus memenuhi syarat-syarat tertentu. Mulai dari syarat kelengkapan administrasi, sampai dengan kesiapan para calon penerima beasiswa untuk betul-betul siap belajar ke Tiongkok untuk jangka waktu tertentu.








