5 Tips Mengatasi Gigitan Serangga, dari Ringan hingga yang Berat
GIGITAN serangga seperti nyamuk, kutu, semut, atau laba-laba terkadang tak bisa terhindarkan, entah itu saat beraktivitas sehari-hari atau saat pergi berlibur ke suatu tempat.
Supaya tidak digigit, sebagian orang biasanya menggunakan obat anti serangga yang dijual bebas di pasaran. Namun, tidak semua orang bisa memakai cara instan seperti ini karena ada sebagian orang memiliki alergi atau tidak tahan dengan bahan yang terkandung dalam obat anti serangga.
Gigitan serangga bisa menyebabkan gatal-gatal, bengkak, alergi, bentol-bentol atau perih. Meski sebagian besar gigitan serangga ini tak berbahaya, tapi kadang kita harus memperhatikan perawatan khusus bila kondisi tubuh paska digigit berkembang menjadi buruk.
Nah, saat digigit serangga-serangga ini, bagaimana cara mengatasinya? Melansir New York Post, Minggu (21/8/2022) berikut ulasan empat tips mengatasi gigitan serangga, sebagaimana disarankan oleh para ahli.
1.Mencuci bagian gigitan: Profesor kedokteran dan ahli epidemiologi bersertifikat, Brian Mangum menyarankan area tubuh yang digigit serangga ini dicuci bersih memakai air dan sabun. Penting untuk mencuci area dari gigitan serangga menggunakan sabun, nah khusus untuk kasus sengatan, sengat serangga harus dikeluarkan dari area gigitan sebelum dicuci.
2.Kompres air dingin: Setelah gigitan serangga sudah dibersihkan, Brian menyarankan untuk meletakkan es, kain basah yang dingin atau botol air dingin pada bagian kulit yang meradang selama sekitar 20 menit untuk mengurangi pembengkakan dan rasa sakit.
3.Konsumsi obat alergi: Ketika gatal dan iritasi berlanjut di sekitar lokasi gigitan, boleh saja mengonsumsi obat alergi seperti antihistamin dalam bentuk Benadryl (diphenhydramine) dan pereda nyeri non-resep seperti acetaminophen atau ibuprofen. Tapi ingat, saat mengonsumsi obat apa pun, sebaiknya berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu ya!
Sinopsis Mencintai Ipar Sendiri Eps 19: Pelaku Kebakaran Terungkap CCTV, Ayuna Selidiki Beni
4.Perhatikan reaksi lanjutan: Beberapa gigitan dari serangga bisa menimbulkan gejala serius, sehingga butuh penganganan khusus dari tenaga medis. Salah satu kasus langka yang pernah terjadi yaitu adanya syok anifilaktik. reaksi ini menimbulkan alergi parah yang berpotensi mengancam jiwa seperti kesulitan bernapas, detak jantung cepat, dan pusing. Gejala-gejala tersebut juga bisa ditandai dengan gatal-gatal, pembengkakan pada wajah, termasuk bibir, kelopak mata dan tenggorokan, mual, muntah dan diare. Jika sudah mengalami ini, tak perlu ragu untuk menghubungi pihak medis.
5.Waspada infeksi: Menurut Iza Correll, dokter dan CEO OVI Healthcare, beberapa aktivitas yang sering dialami seperti menggaruk area gigitan serangga harus segera dihindari. Sebab, kebiasaan buruk ini bisa menyebabkan infeksi. Jika gigitannya tidak sembuh dengan baik atau terinfeksi, penting untuk segera minta bantuan tenaga medis. Perhatikan tanda-tanda bahwa infeksi yang memburuk, misalnya demam, bengkak, kemerahan, atau keluarnya cairan dari luka gigitan tersebut










