Dalil Tentang Bulan Muharram dari Alquran dan Hadits, Berisi Keutamaan, Anjuran, dan Larangan

Dalil Tentang Bulan Muharram dari Alquran dan Hadits, Berisi Keutamaan, Anjuran, dan Larangan

Gaya Hidup | BuddyKu | Selasa, 26 Juli 2022 - 19:39
share

JAKARTA, iNews.id - Terdapat banyak dalil tentang bulan Muharram yang tidak lama akan segera tiba. Dalil yang bersumber dari Al Quran dan hadits tersebut memuat beberapa hal tentang bulan Muharram.

Antara lain adalah tentang keistimewaan bulan Muharram, anjuran berpuasa, hingga larangan untuk melakukan peperangan.

Menjelang berakhirnya Dzulhijjah 1443 H, umat Islam akan memasuki bulan Muharram 1444 H atau yang juga disebut sebagai tahun baru Islam. Dalam melaksanakan ibadah dan amalan di bulan tersebut, berikut ini adalah dalil tentang bulan Muharram yang dapat dijadikan landasan hukum kaum Muslim.

Dalil Tentang Bulan Muharram:

1. Dalil Keistimewaan Bulan Muharram

Karena bulan Muharram adalah bulan mulia, maka dianjurkan untuk memperbanyak amalan baik. Keistimewaan bulan Muharram sebagai bulan pertama dalam Tahun Baru Islam telah disebutkan dalam firman Allah SWT di Al Quran surat At Taubah ayat 36:

Artinya: Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah ialah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menganiaya diri kamu dalam bulan yang empat itu, dan perangilah kaum musyrikin itu semuanya sebagaimana mereka pun memerangi kamu semuanya; dan ketahuilah bahwasanya Allah beserta orang-orang yang bertakwa. (Q.S. at-Taubah/ 9: 36).

Hal itu sebenarnya juga ditegaskan dalam hadits dari Abu Bakrah RA yang menyebutkan bahwa Rasulullah SAW bersabda:

Sesungguhnya, zaman berputar sebagaimana ketika Allah menciptakan langit dan bumi. Satu tahun ada 12 belas bulan. Di antaranya 4 empat bulan haram (suci), tiga bulan berurutan, yakni Dzulqa\'dah, Dzulhijjah, dan Muharram, kemudian bulan Rajab suku Mudhar, antara Jumadil Tsani (Jumadil Akhir) dan Sya\'ban. (HR. Bukhari dan Muslim).

2. Dalil Anjuran Berpuasa Muharram

Karena keistimewaan bulan Muharram, salah anjuran sunnah untuk dilakukan adalah berpuasa. Hal itu sebagaimana dalam hadits dari Abu Hurairah RA, ia menceritakan bahwa Rasulullah SAW bersabda:

Puasa yang paling utama setelah (puasa) Ramadhan adalah puasa pada syahrullah (bulan Allah) yaitu Muharram. Sementara shalat yang paling utama setelah shalat wajib adalah shalat malam. (HR. Muslim).

Dalam hadits yang diriwayatkan dari Abu Hurairah radhiyallahu anhu, Nabi shallallahu alaihi wa sallam telah bersabda:

Sebaik-baik puasa setelah Ramadhan adalah puasa di bulan Allah, bulan Muharram. (HR. Muslim).

Setidaknya ada 3 macam puasa yang bisa dikerjakan di bulan Muharram. Puasa sunnah tersebut adalah Puasa Muharram (mulai tanggal 1), Puasa Tasu\'a (tanggal 9), dan Puasa Asyura (tanggal 10).

Secara khusus, Rasulullah shallallahu alaihi wasallam menyebutkan keutamaan puasa asyura. Yang masyhur adalah dapat menghapus dosa selama setahun.

Rasulullah ditanya mengenai puasa asyura, beliau menjawab, ia bisa menghapus dosa setahun yang lalu. (HR. Muslim).

3. Dalil Dilarang Berperang di Bulan Muharram

Haram yang artinya suci atau terlarang. Oleh karena itu, terdapat 4 bulan dalam kalender Hijriah di mana umat islam dilarang berperang, termasuk bulan Muharram. Berperang pada bulan-bulan tersebut merupakan dosa besar sebagaimana disebutkan pada ayat lainnya (Q.S. al-Baqarah/ 2: 217).

Mereka bertanya kepadamu tentang berperang pada bulan Haram. Katakanlah: Berperang dalam bulan itu adalah dosa besar (Q.S. al-Baqarah/ 2: 217).

Sebuah peperangan biasanya akan memakan waktu yang cukup lama. Terdapatnya waktu diharamkannya berperang dan dilarangnya mengangkat senjata menjadi sebuah sarana untuk saling berdamai. Waktu-waktu tersebut dapat dipergunakan untuk berfikir akan beragam maslahat dalam perdamaian.

Di luar bulan haram termasuk Muharram, umat muslim diizinkan kembali untuk memerangi kemusyrikan sebagaimana termaktub dalam QS At-Taubah ayat 5.


Apabila telah habis bulan-bulan haram, maka perangilah orang-orang musyrik di mana saja kamu temui, tangkaplah dan kepunglah mereka, dan awasilah di tempat pengintaian. Jika mereka bertobat dan melaksanakan shalat serta menunaikan zakat, maka berilah kebebasan kepada mereka. Sungguh, Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang. (QS At-Taubah: 5).

Itulah sejumlah dalil tentang bulan Muharram yang bersumber dari Al Quran dan Hadits. Dalil tersebut menjadi landasan hukum dalam menjalankan keutamaan, anjuran, dan larangan di bulan pembuka tahun baru Islam, Muharram.

Topik Menarik