Mengenal Penyakit Ain, dari Penyebab, Gejala dan Cara Mengobati serta Mencegahnya
JAKARTA, celebrities.id - Penyakit ain merupakan salah satu di antara berbagai kekuatan supranatural negatif yang sudah aja sejak zaman Nabi dan Rasul. Dalam ajaran Islam, penyakit ain merupakan salah satu dari penyakit yang disebabkan oleh hati manusia.
Penyakit ain ini ternyata sangat berbahaya. Rasulullah SAW pun sampai meminta pertolongan kepada Allah SWT agar terhindar dari penyakit ain. Doa terhindar dari penyakit ain diajarkan Nabi SAW ini penting untuk dipahami supaya kita bisa terhindar dari efek buruk ain.
Efek dari terkena penyakit pandangan ain ini bermacam-macam. Penyakit ain bisa membuat orang yang dipandang langsung menjadi sakit, celaka atau bahkan sampai menyebabkan kematian.
Dilansir dari berbagai sumber, celebrities.id, Sabtu (4/6/2022) telah merangkum penyakit ain, sebagai berikut.
Penyakit Ain
Dalam Kitab Tauhid, Ain dijelaskan sebagai penyakit atau gangguan yang disebabkan oleh pandangan mata. Syaikh Abdurrahman bin Hasan menyebutkan:
Artinya:
Seorang yang memandang, menimbulkan gangguan pada yang dipandangnya (Fathul Majid Syarah Kitab Tauhid, hal. 69).
Para ulama juga banyak yang menyebutkan penyakit ain dalam beberapa ayat seperti berikut:
1. Ayat Pertama
Artinya:
Ain merupakan pandangan kagum atau takjub disertai dengan rasa iri dengki dari seseorang yang memiliki tabiat buruk yang mengakibatkan adanya bahaya pada orang yang dilihatnya\' (Syekh Ibnu Hajar al-Asqalany, Fath al-Bari, juz 10, h. 200).
2. Ayat Kedua
Artinya:
Ain merupakan pandangan pada sesuatu dalam keadaan lalai dengan rasa kagum kepadanya atau rasa dengki tanpa disertai berdzikir kepada Allah
(Al-Munawi, Faid al-Qadir, juz 15, h. 474).
Secara garis besar, dapat kita pahami bahwa sebenarnya penyakit ain muncul saat kita merasa dengki atau iri dalam pencapaian seseorang karena terlalu memperhatikan secara sekilas tanpa melihat latar belakang dari pencapaian tersebut. Kedengkian yang berlebihan terkadang membuat manusia hingga lupa terhadap Allah SWT dan cenderung menjerumuskannya ke dalam keburukan yang lama-kelamaan akan merusak kehidupannya.
Penyebab Penyakit Ain
1. Kekaguman yang berlebih dan berujung dengki tanpa mengingat Allah SWT dengan berdzikir.
2. Rasa iri yang timbul dalam pandangan diri seseorang yang tumbuh menjadi kedengkian dan berpotensi untuk mencelakakan orang tersebut.
Gejala Penyakit Ain
1. Cepat berkeringat di malam hari.
2. Sering emosi berlebihan.
3. Ketakutan yang tidak menentu.
4. Terlalu sering bersendawa.
5. Terlalu sering menguap.
6. Senang menyendiri.
7. Terlalu malas bergerak.
8. Terlalu sering tidur.
9. Timbul penyakit aneh.
10. Sering sakit kepala.
11. Wajah terlihat lebih pucat.
12. Sering buang air kecil.
13. Nafsu makan menurun.
14. Hati terasa mati.
15. Suhu tubuh seperti orang demam.
16. Jantung yang berdetak tak menentu.
Cara Mengobati Penyakit Ain
1. Lakukan Mandi dari Air Bekas Wudhu Orang yang Menyebabkan Ain
Nabi Shallallahualaihi Wasallam memerintahkan Amir bin Rabiah untuk berwudhu dan menyiramkan air wudhunya kepada Sahl yang terkena ain:
Artinya:
Lalu Nabi Shallallahualaihi Wasallam memerintahkan Amir untuk berwudhu. Lalu Amir membasuh wajah dan kedua tangannya hingga sikunya dan membasuh kedua lututnya dan bagian dalam sarungnya. Lalu Nabi memerintahkannya untuk menyiramkannya kepada Sahl (HR. An Nasai no. 7617, Ibnu Majah no. 3509, Ahmad no. 15980, dishahihkan Al Albani dalam Shahih Ibnu Majah).
Aisyah radhiallahuanha pun menambahkan:
Artinya:
Dahulu orang yang menjadi penyebab ain diperintahkan untuk berwudhu, lalu orang yang terkena ain mandi dari sisa air wudhu tersebut (HR Abu Daud no 3885, dishahihkan Al Albani dalam Silsilah Ash Shahihah no.2522).
Sebagaimana hadits dari Ibnu Abbas radhiallahuanhum, Nabi SAW bersabda:
Artinya:
Ain itu benar adanya. Andaikan ada perkara yang bisa mendahului takdir, maka itulah ain. Maka jika kalian mandi, gunakanlah air mandinya itu (untuk memandikan orang yang terkena ain)\' (HR. Muslim no. 2188).
2. Lakukan Ruqyah syariyyah
Dalam hadits dari Asma bintu Umais radhiallahuanha, dirinya berkata:
:
Artinya:
Wahai Rasulullah, Bani Jafar terkena penyakit ain, bolehkah kami minta mereka diruqyah? Nabi menjawab: iya boleh. Andaikan ada yang bisa mendahului takdir, itulah ain
(HR. Tirmidzi no.2059, Ibnu Majah no. 3510, dishahihkan Al Albani dalam Shahih Ibnu Majah).
Terdapat beberapa cara meruqyah orang yang terkena ain, yakni dengan membacakan doa yang ada dalam hadits.
Aisyah radhiallahuanha, pernah berkata: Saat Rasulullah Shallallahualaihi Wasallam merasakan sakit, Malaikat Jibril meruqyahnya dengan doa:
Latin:
Bismillahi yubriik, wa min kulli daa-in yasyfiik, wa min syarri haasidin idza hasad, wa syarri kulli dzii ainin
Artinya:
Dengan nama Allah yang menyembuhkanmu. Ia menyembuhkanmu dari segala penyakit dan dari keburukan orang yang hasad dan keburukan orang yang menyebabkan ain)
(HR. Muslim no.2185).
Penderita penyakit ain juga dapat membaca doa-doa ruqyah dari hadits-hadits shahih lainnya, serta ayat-ayat yang terkandug dalam Al Quran.
Cara Mencegah Penyakit Ain
Demi mencegah penyakit ain, kamu bisa membaca doa yang dianjurkan Rasulullah SAW, seperti berikut:
MNC Insurance Berikan Perlindungan untuk Mahasiswa CIMSA Univetas Lampung Lewat e-Card Asuransi
U\'iidzuka bikalimaatillaahit-taammah, min kulli syaithoonin wa haammah, wa min kulli \'ainin laammah
Artinya:
"Aku memohon perlindunganmu dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna, dari segala gangguan setan, binatang penggangu, dan dari pandangan mata yang buruk."










