Band Legendaris Scorpions Prihatin Konflik Rusia-Ukraina, Ubah Lirik Wind Of Change
JAKARTA, celebrities.id - Grup musik Scorpions resmi mengubah lirik lagu Wind Of Change. Hal ini dilakukan sebagai respons terhadap peperangan yang terjadi antara Rusia dan Ukraina.
Punggawa rock asal Jerman itu memutuskan mengubah lirik salah satu tembang fenomenalnya. Hal ini disinyalir sebagai aksi protesnya terhadap peperangan Rusia dan Ukraina.
Tak hanya itu, keputusan ini juga diambil berbarengan dengan agenda tur AS dan Eropa yang sedang berlangsung.
Konser tersebut dibuka di Las Vegas pada 26 Maret 2022, sebulan sebelum dimulainya invasi Rusia ke Ukraina.
"Menyanyikan Wind of Change seperti yang selalu kami nyanyikan, itu bukan sesuatu yang bisa saya bayangkan lagi," kata vokalis Scorpions, Klaus Meine, dilansir dari NME, Rabu (1/6/2022).
"Tidaklah tepat untuk meromantisasi Rusia dengan lirik seperti, \'I follow the Moskva, Down to Gorky Park, Listening to the wind of change," ucapnya lagi.
Dalam bagian lagu tersebut, Scorpions mengubah lirik menjadi \'Now my heart, It says Ukraine, Waiting for the wind to change\', yang dinyanyikan saat mereka tampil.
Dirilis pada 1991, Wind Of Change yang bergenre perestroika power ballad itu merupakan salah satu lagu terbaik yang pernah mereka ciptakan.
Wind Of Change terpilih sebagai lagu abad ke-20 oleh pemirsa penyiar publik ZDF pada 2005.
Meskipun dirilis lebih dari setahun setelah runtuhnya Tembok Berlin, lagu ini dikenang secara luas sebagai soundtrack era perubahan ekonomi dan sosial di bekas Uni Soviet yang menandai berakhirnya perang dingin.
Meine mengatakan dia menyusun lirik tersebut pada 3 dan 4 September 1989, sebulan setelah Scorpions tampil di festival Musik Perdamaian Moskow.
Dalam kesempatan berbeda, sang frontman membahas persahabatannya dengan mantan rektor Hanover yang berubah menjadi pelobi gas Rusia Gerhard Schrder, yang pesta pernikahan kelimanya ia hadiri pada 2018.
"Saya belum berbicara dengan Gerhard Schrder untuk sementara waktu. Tapi perilakunya benar-benar sulit dimengerti," kata Meine.
Schrder sendiri memiliki jabatan ruang rapatnya dengan Rosneft selama tiga bulan pertama perang Rusia-Ukraina sebelum perusahaan minyak milik negara Rusia itu mengumumkan pengunduran dirinya pada 20 Mei.
"Jika dia sekarang menyerahkan jabatan ini di dewan pengawas, maka itu adalah langkah nyata ke arah yang benar setelah waktu yang lama," kata Meine.
Sementara itu, piala Eurovision Kalush Orchestra telah dilelang secara online untuk mengumpulkan dana. Nantinya dana tersebut akan digunakan untuk membeli drone sebagai bantuan ke Ukraina dalam melawan Rusia yang sedang berlangsung.










