Berbekal Sepeda Tua, Tiga Lansia Ini Tetap Semangat Nafkahi Keluarga

Berbekal Sepeda Tua, Tiga Lansia Ini Tetap Semangat Nafkahi Keluarga

Gaya Hidup | BuddyKu | Kamis, 26 Mei 2022 - 18:02
share

IDXChannel Usia yang menginjak kepala tujuh tak menghalangi Suryo untuk bekerja setiap hari. Warga Desa Watesari, Kecamatan Balongbendo, Kabupaten Sidoarjo ini, tiap harinya mengayuh sepeda mencari orang yang ingin memakai jasanya sebagai tukang servis alat-alat elektronik.

Keliling di Sidoarjo sampai paling jauh ke Pasuruan. Pulang ke rumah enggak tentu, kalau sudah dapat duit pulang. Capek istirahatnya di masjid atau tempat-tempat umum, ujar Suryo.

Namun, Suryo belum tentu mendapat pelanggan di hari itu, ia menceritrakan pernah dua hari keliling hanya mendapat satu pelanggan dengan upah Rp50 ribu. Waktu itu betulin radio rusak, ujar ayah empat anak itu.

Mencari nafkah dengan sepeda juga dilakoni Rivai Ishak (88) di Sukabumi, Jawa Barat. Setiap hari pukul 16.00-18.00 WIB, Rivai berkeliling menjual donat dan molen.

Bawa 6-12 kantong donat dan molen. Untungnya Rp 20.000 sampai 35.000 per hari, kata Rivai. Muchlis dari tim ACT Kabupaten Sukabumi mengatakan, kondisi kesehatan Rivai sudah menurun karena faktor usia. Namun semangatnya untuk mencari nafkah tinggi.

Saat ini, abah Rivai tinggal sendirian di rumah tidak layak huni yang berdiri di atas tanah PT KAI. Kondisi rumahnya juga memprihatinkan, kamar tidur menjadi satu dengan dapur, juga tidak memiliki toilet, beliau mengandalkan toilet yang ada di masjid, ujar Muchlis, Rabu (9/3/2022).

Sementara itu, di Desa Margoyoso, Kecamatan Margoyoso, Kabupaten Pati, Jawa Tengah Jalil (70) setiap hari menjual martabak keliling menggunakan sepeda. Pekerjaan ini ia tekuni karena usia dan kondisi fisiknya sudah tak kuat menjadi buruh tani.

Harga martabak jadul yang Jalil jajakan Rp2.500 per buah. Dari setiap martabak yang terjual Jalil mendapat untung Rp500. Ambil dari bos, saya jual saja, katanya.

Jalil berharap bisa memiliki sepeda motor atau modal usaha, sehingga ia tidak perlu mengayuh sepeda untuk menjual dagangannya. Kalau punya modal, saya bisa buka usaha di rumah, jelasnya. Sahabat Dermawan, mari bantu ketiga pejuang nafkah itu melalui IndonesiaDermawan.id. (Adv)

Topik Menarik