HUT Ke-57 Lemhannas, Andi Widjajanto Paparkan Narasi Geopolitik 5.0

HUT Ke-57 Lemhannas, Andi Widjajanto Paparkan Narasi Geopolitik 5.0

Gaya Hidup | BuddyKu | Jum'at, 20 Mei 2022 - 14:18
share

JAKARTA - Gubernur Lemhannas RI , Andi Widjajanto membawakan orasi ilmiah dengan judul Geo V sebagai rangkaian peringatan HUT ke-57 Lemhannas RI di ruang Dwiwarna Purwa pada 19 Mei 2022.

Geopolitik 5.0 atau Geo V, dibaca five tapi juga dibaca V yang bermakna victory. Victory atau kemenangan untuk memastikan kemenangan kita menuju 2045, kata Andi WIdjajanto, dalam siaran pers.

Ia menyebutkan, proyeksi geopolitik ini diperlukan untuk memosisikan Indonesia sebagai kekuatan regional pada 2045.

Narasi Geo V dirumuskan dengan satu tujuan yakni menegaskan lompatan strategis yang harus dilakukan Indonesia di lima ranah pertarungan, yaitu demokrasi, ekonomi hijau, ekonomi biru, transformasi digital, serta pembangunan Ibu Kota Nusantara, tutur Andi.

Lompatan ini penting dilakukan agar kapasitas Indonesia untuk melakukan proyeksi geopolitik bisa meningkat tajam dari kapasitas yang ada saat ini menuju kapasitas Geo V yang menempatkan Indonesia menjadi kekuatan regional di tahun 2045.

Paparan orasi ini dikemas secara khusus dengan bentuk paparan menyajikan tayangan visual membahas geopolitik dunia dan nasional. Pemaparan dibagi dalam tiga babak, babak pertama memaparkan kajian pustaka geopolitik yakni hegemoni kekaisaran, pemikiran geopolitik Jerman dan Amerika Serikat, pertarungan antara hegemoni dan universalistik, kepemilikan sumber daya, dan literatur geopolitik V. Pada bab 2 dibahas mengenai evolusi geopolitik nasional serta pada bab 3 dibahas mengenai proyeksi geopolitik 2045.

Sebelum memulai lompatan strategis menuju Geo V, Indonesia perlu melakukan napak tilas konseptual dan menelusuri ulang jejak sejarah.

Kita kembali ke 20 Mei 1965 yang ditetapkan sebagai titik nol Lemhannas. Di titik nol tersebut, Bung Karno menyampaikan gagasan strategis arah gerak Indonesia di tengah pertarungan keras ideologi antara Blok Barat melawan Blok Timur di era Perang Dingin, kata Andi dalam paparannya.

Lemhannas dibentuk sebagai sekolah Geopolitik. Sekolah yang mempelajari interaksi antara geografi dan politik. Sekolah yang mengkaji bagaimana di lingkup geografis tertentu, terjadi pertarungan kekuatan politik keras. 57 tahun berlalu, Lemhannas terus berusaha menjalankan mandat Bung Karno untuk menempatkan Indonesia sebagai negara utama di Asia Tenggara, Asia Timur, Indo Pasifik, dan Dunia. 57 tahun berlalu, Lemhannas berupaya agar kajian-kajian geopolitik yang diserahkan ke Presiden tetap relevan untuk mengantisipasi kemunculan Perang Generasi V. Sekarang, Lemhannas harus melakukan transformasi institusional agar tetap relevan untuk menawarkan rekomendasi-rekomendasi kebijakan tentang proyeksi Geopolitik 5.0.

Topik Menarik