Duh, Amerika Serikat Larang Warganya Bepergian ke Indonesia

Duh, Amerika Serikat Larang Warganya Bepergian ke Indonesia

Gaya Hidup | okezone | Sabtu, 5 Februari 2022 - 10:47
share

PEMERINTAH Amerika Serikat memperingatkan warganya agar tidak bepergian ke Indonesia karena AS menempatkan Indonesia pada Level 4 atau negara dengan risiko sangat tinggi infeksi COVID-19 . Selain itu, alasan ancaman terorisme dan bencana alam juga jadi pertimbangan melarang warganya ke Indonesia.

Jangan bepergian ke Indonesia karena COVID-19. Meningkatkan kewaspadaan karena terorisme dan bencana alam, begitu bunyi pernyataan Travel Advisory Amerika Serikat sebagaimana dikutip dari laman resminya, Sabtu (5/2/2022).

Dalam Travel Advisory yang diterbitkan pada 25 Januari 2022, Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) mengeluarkan Level 1 Travel Health Notice Level untuk Indonesia, di mana menunjukkan tingkat COVID-19 yang rendah di negara tersebut.

Pelancong yang masuk Indonesia akan tetap di karantina untuk waktu yang lama dan membayar semua biayanya. Risiko tertular Covid-19 saat melakukan perjalanan kemungkinan lebih rendah jika sudah divaksinasi sepenuhnya dengan vaksin resmi FDA.

Ilustrasi

Sebelum merencanakan perjalanan internasional apa pun, harap tinjau rekomendasi khusus CDC untuk pelancong yang divaksinasi dan yang tidak divaksinasi, tulis pernyataan tersebut.

Sementara itu, ada pembatasan yang memengaruhi masuknya warga negara AS ke Indonesia. Tindakan karantina yang dijalankan pemerintah diberlakukan untuk semua orang asing.

Pemerintah Indonesia telah memberlakukan pembatasan perjalanan dan masa karantina wajib karena COVID-19.

Apabila Anda merencanakan perjalanan ke Sulawesi Tengah dan Papua, di mana tengah terjadi demonstrasi dan konflik dengan kekerasan, penting untuk mempertimbangkannya, bunyi Travel Advisory AS.

Pemerintah Amerika Serikat juga meminta warganya untuk tidak bepergian ke Indonesia, khususnya Sulawesi Tengah dan Papua karena kerusuhan sipil yang terjadi.

Penembakan terus terjadi di wilayah antara Timika dan Grasberg di Papua. Hal ini dapat mengakibatkan cedera atau kematian bagi warga AS.

Aksi teror dapat menyerang dengan sedikit atau tanpa peringatan, menargetkan kantor polisi, tempat ibadah, hotel, bar, klub malam, pasar/pusat perbelanjaan, dan restoran.

Risiko bencana alam di Indonesia juga menjadi hal yang dipertimbangkan AS. Gempa bumi, tsunami atau letusan gunung berapi bisa membuat terganggunya transportasi, infrastruktur, sanitasi, dan ketersediaan layanan kesehatan.

Pemerintah AS memiliki kemampuan terbatas untuk memberikan layanan darurat kepada warga AS di Sulawesi Tengah dan Papua. Ini karena pegawai pemerintah AS harus mendapatkan izin khusus sebelum bepergian ke daerah tersebut.

Topik Menarik