Kemenhub Ungkap Kronologi Helikopter Mi-17 Jatuh saat Padamkan Karhutla
JAKARTA - Helikopter jenis Mi-17V5 milik Pusat Penerbangan Angkatan Darat (Penerbad) TNI AD mengalami kecelakaan saat menjalankan misi pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Nasional Tanjung Puting, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11/2026). Insiden tersebut menyebabkan tiga orang meninggal dunia dan lima lainnya menjalani perawatan medis.
Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Lukman F Laisa mengatakan, berdasarkan informasi awal yang diterima dari AirNav Indonesia, helikopter dengan registrasi HA-5235 tersebut lepas landas dari Bandar Udara Kuala Pembuang, Kabupaten Seruyan, pada pukul 10.20 WIB. Helikopter bertolak menuju lokasi pemadaman karhutla di wilayah Telaga Pulang.
"Namun, dalam perjalanan, awak helikopter menginformasikan adanya perubahan area sasaran menuju wilayah Pematang Limau akibat kondisi cuaca," ujarnya dalam keterangan tertulis, Kamis (5/11/2026).
Sekitar 57 menit setelah lepas landas, tepatnya pukul 11.17 WIB, petugas pelayanan lalu lintas penerbangan menerima informasi bahwa helikopter mengalami kecelakaan dan jatuh saat melakukan pengambilan air di wilayah perairan laut.
Lukman mengatakan helikopter tersebut membawa delapan orang awak. Berdasarkan laporan sementara, lima orang tengah mendapatkan penanganan medis di RSUD Kuala Pembuang, sementara tiga orang lainnya dilaporkan meninggal dunia.
Dari tiga korban meninggal dunia, satu orang telah berada di RSUD Kuala Pembuang, sedangkan dua korban lainnya masih dalam proses evakuasi.
"Kami menyampaikan belasungkawa yang mendalam kepada keluarga korban yang meninggal dunia. Kami juga berharap para korban yang tengah menjalani perawatan segera pulih dan proses evakuasi dapat berjalan dengan lancar," tambahnya.
Menindaklanjuti kecelakaan tersebut, Bandar Udara Kuala Pembuang telah menyiapkan fasilitas dan personel untuk mendukung penanganan kejadian. Kemenhub melalui Kantor Otoritas Bandar Udara Wilayah VII juga berkoordinasi dengan TNI AD, Basarnas, AirNav Indonesia, pengelola bandara, serta instansi terkait lainnya untuk mendukung proses evakuasi.
Lukman menegaskan Kemenhub siap memberikan dukungan, khususnya terkait kesiapsiagaan fasilitas bandar udara dan koordinasi pelayanan penerbangan.
Adapun helikopter Mi-17V5 tersebut merupakan pesawat udara negara yang dioperasikan TNI AD. Dengan demikian, informasi lebih lanjut mengenai kondisi awak, perkembangan evakuasi, serta penyebab kecelakaan menjadi kewenangan instansi terkait.
Kemenhub mengimbau masyarakat tidak menyebarluaskan informasi yang belum terverifikasi dan mengikuti perkembangan kejadian melalui sumber resmi.










