Berkiprah di Industri Konstruksi Australia, Diaspora Indonesia Raih Primaduta Award
VASILE BUILD, perusahaan konstruksi dan desain berbasis di Perth, Australia Barat, yang dipimpin diaspora Indonesia Astrid Saraswati Vasile, terpilih sebagai penerima Primaduta Award 2026 dari Kementerian Perdagangan RI. Penghargaan tersebut menjadi pengakuan atas kiprah perusahaan dalam memperkuat hubungan bisnis Indonesia-Australia melalui layanan konstruksi, kolaborasi tenaga profesional diaspora, dan keterlibatan dalam komunitas Indonesia di Australia.
“Meski sudah lama tinggal di Australia, Indonesia tetap menjadi bagian dari diri saya. Budaya, integritas, dan semangat saling membantu selalu saya bawa dalam menjalankan usaha. Penghargaan dari tanah air ini terasa sangat berarti,” ujar Astrid, Managing Director VASILE BUILD, dalam keterangan tertulis, Senin (12/10/2026).
Baca Juga:Siti Si Vampir, Kisah Gadis Rusun yang Ingin Mengubah Nasib
Primaduta Award merupakan apresiasi Pemerintah Indonesia kepada pembeli, importir, dan mitra dagang luar negeri yang berkontribusi terhadap pertumbuhan ekspor, perluasan akses pasar, serta promosi produk Indonesia di tingkat internasional. VASILE BUILD dinominasikan oleh Konsulat Jenderal Republik Indonesia di Perth dan dijadwalkan menerima penghargaan pada Rabu (14/10) dalam rangkaian Trade Expo Indonesia di ICE BSD City, Tangerang.
Selama 29 tahun berkiprah di industri konstruksi Australia Barat, Astrid telah terlibat dalam lebih dari 500 proyek perumahan dan bangunan komersial. Dalam menjalankan bisnisnya, ia mengutamakan kualitas, keselamatan kerja, serta kepatuhan terhadap standar konstruksi Australia. Salah satu proyek yang sedang ditangani VASILE BUILD adalah perencanaan pembangunan apartemen 16 unit milik investor Indonesia di Perth.
Perusahaan tersebut juga melibatkan tenaga profesional dari berbagai latar belakang, dengan sekitar 5 di antaranya merupakan diaspora Indonesia yang bekerja di bidang arsitektur, teknik sipil dan struktur, konstruksi, desain, serta keselamatan dan kesehatan kerja. Astrid berharap peluang industri konstruksi Australia Barat dapat dimanfaatkan tenaga profesional Indonesia melalui jalur resmi dengan dukungan kualifikasi, keterampilan, kemampuan bahasa Inggris, dan izin kerja yang sesuai.
“Di Australia Barat, Indonesia hadir lebih dari sekadar melalui mi goreng dan rendang. Indonesia juga hadir melalui para arsitek, insinyur sipil dan struktur, builder terdaftar, desainer, pendidik, pengusaha, dan tenaga profesional yang ikut membangun rumah, merancang komunitas, mendidik generasi berikutnya, serta memperkuat hubungan antara Australia dan Indonesia,” kata Astrid.
Baca Juga:Kelantan Day di Jakarta Buka Jalur Wisata Baru Malaysia Timur
Selain mengembangkan usaha, Astrid berkontribusi kepada komunitas Indonesia melalui bantuan jasa profesional secara sukarela, antara lain untuk Masjid Daarut Tauhid Indonesia di Perth dan renovasi Indonesia Islamic Centre IQRO Perth. Ia juga menjadi pelatih dan asesor bidang bangunan dan konstruksi tingkat diploma di Master Builders Western Australia dan North Metropolitan TAFE untuk mendukung penyiapan tenaga terampil bagi industri setempat.
Astrid, yang juga menjabat Vice-President Indonesian Diaspora Business Council (IDBC) Global Network, menilai kiprah diaspora dapat menjadi jembatan bagi pengembangan hubungan profesional, perdagangan, dan investasi lintas negara. Melalui kegiatan usaha dan jejaring tersebut, ia berharap semakin banyak diaspora Indonesia membuka peluang kolaborasi bisnis sekaligus memperkuat reputasi Indonesia di pasar internasional.










