Dividen Jumbo Bank Mandiri (BMRI) Dinilai Masih Menarik di Tengah Ekspansi Kredit
IDXChannel — Kebijakan pembagian dividen PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) dinilai tetap menjadi salah satu yang paling menarik di antara bank-bank besar lainnya. Ini terjadi seiring kemampuan perseroan menjaga pertumbuhan bisnis dan fundamental yang kuat.
Head of Research Infovesta Utama Wawan Hendrayana mengatakan, tingkat pembayaran dividen Bank Mandiri tergolong ramah bagi pemegang saham, dengan payout ratio tahun buku 2025 mencapai sekitar 79 persen dari laba bersih.
“Dividend payout BMRI termasuk yang paling ramah bagi pemegang saham di bank-bank besar,” ujarnya di Jakarta, Sabtu (3/10/2026).
Sebagai informasi, Bank Mandiri membagikan dividen sekitar Rp44,47 triliun dari laba bersih tahun buku 2025 sebesar Rp56,3 triliun. Selain itu, perseroan telah menetapkan dividen interim 2026 sebesar Rp6,16 triliun atau Rp66 per saham.
Dengan demikian, total dividen yang telah dibayarkan atau ditetapkan untuk kalender 2026 mencapai sekitar Rp50,63 triliun.
Menurut Wawan, besarnya dividen tersebut juga tercermin pada dividend yield BMRI yang masih berada di level dua digit. Di sisi lain, pembagian dividen interim sebesar Rp66 per saham menunjukkan keyakinan manajemen terhadap kekuatan fundamental perseroan.
Keyakinan tersebut, kata dia, ditopang oleh pertumbuhan bisnis yang masih solid. Hingga Agustus 2026, kredit dan dana pihak ketiga (DPK) Bank Mandiri tumbuh masing-masing sekitar 17,6 persen secara tahunan, sementara laba bersih selama delapan bulan pertama 2026 meningkat 22,3 persen.
“Interim Rp66 per saham ini sinyal bahwa manajemen yakin fundamental kuat. Kredit dan DPK bank only Agustus tumbuh 17,6 persen, laba delapan bulan 22,3 persen. Modal dan likuiditas masih longgar, jadi ruang tumbuh tetap ada,” ujar Wawan.
Menurutnya, kondisi tersebut membuat Bank Mandiri dinilai mampu menjalankan dua strategi sekaligus, yakni memberikan imbal hasil yang besar kepada pemegang saham dan tetap mempertahankan ruang untuk ekspansi bisnis.
Dari sisi valuasi, Wawan menilai harga saham BMRI juga belum tergolong mahal jika dibandingkan dengan konsensus analis. Kombinasi antara potensi dividen yang besar, pertumbuhan laba, serta ruang ekspansi tersebut menjadi faktor yang membuat saham BMRI masih menarik untuk dicermati.
“Kalau mencari saham bank yang memberikan dividen jumbo sambil tetap ekspansi, BMRI masih menarik,” kata Wawan.
(Dhera Arizona)








