Siapakah 'Nama Ajaib' yang Muncul saat Mutasi Era Purbaya? Suahasil dan Bimo Buka Suara

Siapakah 'Nama Ajaib' yang Muncul saat Mutasi Era Purbaya? Suahasil dan Bimo Buka Suara

Ekonomi | sindonews | Sabtu, 19 September 2026 - 11:38
share

Mutasi massal ratusan pejabat di lingkungan Kementerian Keuangan yang dilakukan saat Purbaya Yudhi Sadewa menjabat Menteri Keuangan mendulang polemik internal setelah muncul sejumlah "nama ajaib" dalam daftar rotasi.

Menteri Keuangan Suahasil Nazara masih enggan berkomentar banyak mengenai kelanjutan status rotasi pejabat tersebut dan mengisyaratkan opsi pembatalan mutasi masih dalam tahap pembahasan internal. "Nanti aja. Kalau sudah jadi," kata Suahasil seusai konferensi pers APBN KiTa, dikutip pada Sabtu (19/9/2026).

Baca Juga:Menhub Copot Dirjen Perhubungan Laut Pascarentetan Kecelakaan Kapal

Terpisah, Direktur Jenderal Pajak Bimo Wijayanto juga enggan membeberkan detail identitas dari pihak-pihak yang dimaksud saat ditanya soal "nama ajaib" tersebut. "Nama ajaib? Ajaib ajaib ajaib," kata Bimo saat dikonfirmasi.

Sebelumnya, Purbaya Yudhi Sadewa melakukan perombakan posisi besar-besaran yang melibatkan ratusan pegawai dari jenjang Eselon II hingga Eselon IV pada Kamis (10/9/2026).

Bimo mengungkapkan bahwa daftar nama pejabat yang terlanjur dilantik, khususnya di lingkungan Direktorat Jenderal Pajak, akan ditinjau dan dievaluasi ulang terkait aspek kapabilitas serta kelaikannya, dan jika terbukti tidak memenuhi kualifikasi, penetapan tersebut berpotensi dianulir.

Baca Juga:Utang BLBI Warisan Krisis 1998 Akhirnya Lunas, Total Capai Rp640 Triliun

Bimo bersama Direktur Jenderal Bea dan Cukai Djaka Budhi Utama mengusulkan secara resmi kepada Menkeu Suahasil Nazara agar keputusan mutasi era Purbaya tersebut dibatalkan demi menjaga kondusivitas organisasi, karena proses rotasi itu dinilai melompati mekanisme baku talent management.

"Itu kan usulan kita, rotasi, cuma memang ada beberapa yang nama-nama ajaib yang tidak ikut proses assessment, talent management, kemudian itu yang membuat saya dan Dirjen Bea Cukai meminta untuk ditunda dahulu, dibatalkan," ungkap Bimo.

Topik Menarik