IIF Raih Akreditasi Green Climate Fund, Buka Akses Pendanaan Infrastruktur Hijau

IIF Raih Akreditasi Green Climate Fund, Buka Akses Pendanaan Infrastruktur Hijau

Ekonomi | sindonews | Kamis, 17 September 2026 - 18:19
share

PT Indonesia Infrastructure Finance (IIF) resmi memperoleh status Accredited Entity (AE) dari Green Climate Fund (GCF) per 1 Juli 2026, yang membuka akses perusahaan terhadap sumber pendanaan global untuk proyek infrastruktur berkelanjutan. Melalui akreditasi tersebut, IIF dapat mengakses pendanaan GCF hingga USD250 juta per proposal untuk instrumen pinjaman dan penjaminan serta hingga USD50 juta untuk penyertaan modal.

"Perolehan status Accredited Entity dari Green Climate Fund merupakan langkah strategis bagi IIF untuk memperluas akses terhadap sumber pendanaan global. Akreditasi ini memperkuat kapasitas kami dalam menyediakan solusi pembiayaan yang lebih inovatif dan terintegrasi bagi nasabah dan mitra, guna membantu percepatan pembangunan infrastruktur berkelanjutan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan lingkungan," ujar Presiden Direktur dan CEO IIF Rizki Pribadi Hasan dalam keterangannya, Kamis (17/9/2026).

Baca Juga:IIF Perluas Bisnis Pembiayaan dan Advisory di Semester I 2026

GCF merupakan dana iklim terbesar di dunia yang dibentuk di bawah United Nations Framework Convention on Climate Change (UNFCCC). Status AE diberikan setelah IIF dinilai memenuhi standar tata kelola, kapasitas kelembagaan, standar fidusia, pengelolaan risiko lingkungan dan sosial, serta komitmen terhadap kesetaraan gender.

Dengan status tersebut, IIF dapat mengembangkan struktur pembiayaan inovatif, termasuk skema blended finance, untuk meningkatkan kelayakan proyek dan mempercepat pembangunan infrastruktur hijau di Indonesia. Akses terhadap pendanaan GCF juga memperluas pilihan sumber pembiayaan IIF dalam mendukung proyek yang memiliki dampak lingkungan dan sosial positif.

Dari sisi bisnis, hingga Agustus 2026 IIF telah membukukan sembilan transaksi pembiayaan baru dengan total nilai Rp3,2 triliun yang mencakup sektor kesehatan, kepelabuhanan dan logistik, energi terbarukan, telekomunikasi dan pusat data, serta pengelolaan limbah dan air. Pada semester I 2026, IIF juga memperoleh delapan mandat advisory baru, termasuk keterlibatan dalam program Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (Waste-to-Energy/WTE).Sementara dari sisi pendanaan, IIF memperkuat struktur pembiayaan melalui fasilitas pinjaman USD30 juta, fasilitas Term Loan & Treasury Line Rp500 miliar, serta penerbitan Penawaran Umum Berkelanjutan Obligasi Perpetual Tahap I sebesar Rp220 miliar.

"Capaian yang diraih sepanjang tahun ini menunjukkan bahwa permintaan terhadap solusi pembiayaan dan advisory berkelanjutan terus meningkat. Dengan dukungan dari para pemegang saham, regulator, lembaga keuangan, investor, dan mitra strategis, kami akan terus memperkuat peran IIF sebagai mitra pembangunan yang menjembatani kebutuhan infrastruktur Indonesia dengan sumber pendanaan dan keahlian global," kata Rizki.

Baca Juga:Perkuat Ekonomi Daerah, Dana Bagi Hasil Tambang Perlu Dievaluasi

Status tersebut IIF akan memperkuat kolaborasi dengan pemangku kepentingan, memperluas kapabilitas pembiayaan dan advisory, serta mendukung proyek infrastruktur yang memenuhi kelayakan komersial sekaligus memberikan nilai sosial dan dampak lingkungan positif bagi Indonesia.

Topik Menarik