Volume Transaksi QRIS Capai 15 Miliar hingga Juli 2026, Pengguna Tembus 67 Juta

Volume Transaksi QRIS Capai 15 Miliar hingga Juli 2026, Pengguna Tembus 67 Juta

Ekonomi | okezone | Minggu, 6 September 2026 - 16:14
share

JAKARTA - Bank Indonesia (BI) mencatat adopsi pembayaran digital melalui Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) terus tumbuh pesat di seluruh penjuru tanah air.

Deputi Gubernur BI Filianingsih Hendarta mengungkapkan, secara kumulatif volume transaksi QRIS telah menembus 15 miliar transaksi hingga Juli 2026.

“Kita lihat transaksi sampai dengan bulan Juli 2026 itu sudah (volume transaksi) mencapai 15 miliar,” katanya dikutip, Minggu (6/9/2026).

Pertumbuhan ini diimbangi oleh perluasan jaringan merchant atau pedagang yang menerima pembayaran QRIS hingga mencapai 45 juta unit usaha.

“Lalu merchant pedagangnya yang menerima QRIS itu sudah 45 juta ya. Ini lebih besar daripada penduduk tetangga ya,” ujarnya.

Dari sisi pengguna, masyarakat yang memanfaatkan layanan QRIS telah menyentuh angka 67 juta orang. Ekosistem ini ditopang oleh kesiapan infrastruktur penyedia jasa pembayaran yang luas.

“Dan penggunanya juga sudah 67 juta ya termasuk tadi ya teman-teman juga ya 67 juta. Dan ini terus meningkat dan QRIS ini dilayani oleh 96 bank, 60 non-bank, dan 4 switching,” kata Fili.

Selain penguatan di pasar domestik, Filianingsih menekankan bahwa QRIS telah merambah ke tingkat internasional lewat fitur transaksi lintas negara (cross border).

 

“Dan kita bukan cuman jago kandang ini QRIS ya, QRIS ini sudah cross border,” ujar dia.

Hingga Juli 2026, nilai transaksi wisatawan atau warga negara asing yang menggunakan QRIS di Indonesia (inbound) tercatat mencapai Rp5,9 triliun atau setara USD 326,3 juta, dengan volume mencapai 19,76 juta transaksi. 

Sementara itu, transaksi warga negara Indonesia di luar negeri (outbound) mencapai Rp1,73 triliun atau setara USD 95,6 juta dengan volume 4,32 juta transaksi.

Saat ini, layanan QRIS cross border telah terkoneksi dengan enam negara, yakni Singapura, Malaysia, Thailand, Jepang, Korea Selatan, dan China.

“Jadi sudah lintas negara. Kita sudah memiliki koneksi dengan enam negara yaitu Singapura, Malaysia, Thailand, Jepang, Korea Selatan, dan Cina ya,” jelasnya.

Dengan konektivitas tersebut, masyarakat Indonesia yang melancong ke enam negara mitra tidak perlu lagi repot melakukan penukaran uang tunai secara fisik di money changer, selama saldo rekening atau aplikasi pembayarannya mencukupi.

“Dan jadi artinya kalau nanti teman-teman pergi ke enam negara itu nggak perlu pergi ke money changer, tidak perlu tukar uang di sana, cukup pakai handphone-nya asal ada saldonya ya jangan sampai nggak ada saldonya ya,” pungkas Filianingsih.

Topik Menarik