Puluhan Tahun Tinggal di Pinggir Rel, Suryani Terharu Kini Punya Hunian Layak Berkat Prabowo

Puluhan Tahun Tinggal di Pinggir Rel, Suryani Terharu Kini Punya Hunian Layak Berkat Prabowo

Ekonomi | okezone | Sabtu, 29 Agustus 2026 - 07:11
share

JAKARTA – Air mata Suryani (43), salah satu warga Senen, tak terbendung saat bertemu langsung dengan Presiden Prabowo Subianto yang tiba-tiba datang ke kawasan Hunian Senen, Jakarta Pusat, Jumat (28/8/2026) malam. Suryani mengucapkan terima kasih karena teringat pada momen akhir Maret lalu ketika Prabowo datang mendadak ke tempat tinggalnya di bantaran rel.

Dengan suara bergetar, Suryani menyampaikan rasa syukurnya karena tidak lagi harus tinggal di bantaran rel, tempat yang telah menjadi rumahnya sejak berusia tujuh tahun.

“Bapak, terima kasih. Saya sudah senang banget Bapak sudah kasih tempat tinggal yang layak buat saya. Saya sudah enggak kaget lagi, Pak, tidur dengar suara kereta. Makanya saya bersyukur banget,” ujar Suryani dengan haru.

Suryani menuturkan, kedatangan Presiden Prabowo ke kawasan kumuh di pinggir rel Senen pada 26 Maret lalu sama sekali tidak diketahuinya sebelumnya. Tidak ada pemberitahuan ataupun kabar bahwa Presiden Prabowo akan datang.

“Enggak ada info, enggak ada kabar, tiba-tiba datang. Makanya saya terharu banget,” katanya.

Setelah kunjungan tersebut, Suryani mendapatkan kesempatan untuk menempati hunian yang lebih layak. Ia menceritakan bahwa dirinya tinggal di bantaran rel sejak kecil. Orang tuanya membawanya ke kawasan tersebut ketika ia berusia sekitar tujuh tahun dan ia menjalani kehidupan di sana hingga dewasa.

Selama puluhan tahun, suara kereta menjadi bagian dari kesehariannya. Ia bahkan terbiasa tidur dengan suara kereta yang melintas.

Meski sudah terbiasa dengan suara kereta, Suryani tetap memiliki kekhawatiran lain selama tinggal di bantaran rel, terutama ketika terjadi pembongkaran atau penertiban.

“Kalau lagi ada bongkaran itu kan suka ada dari PT KAI, dibongkar gitu, terus kadang suka ada razia, razia KTP itu yang saya takutkan,” ungkapnya.

Kini, setelah sekitar dua bulan tinggal di Hunian Senen, Suryani mengatakan kehidupannya terasa jauh lebih nyaman.

“Makanya saya berterima kasih sama Bapak Presiden. Saya bersyukur banget,” katanya.

Hunian tersebut sangat berarti bagi Suryani, mengingat kondisi ekonominya yang terbatas. Sehari-hari, ia bekerja sebagai pengamen dengan penghasilan yang tidak menentu.

Suryani juga kini hidup seorang diri setelah suaminya meninggal dunia. Anak-anaknya telah berumah tangga sehingga ia tetap berusaha memenuhi kebutuhan hidupnya sendiri.

“Saya harus cari uang sendiri dan tidak andalkan anak,” katanya.

Doa untuk Prabowo

Bagi Suryani, perhatian Presiden Prabowo kepada warga kecil sangat membekas di hatinya. Ia menilai Prabowo merupakan sosok pemimpin yang memberikan perhatian kepada rakyat kecil.

“Bapak itu sangat bagus kok kerjanya, lebih mementingkan rakyat kecil. Sangat bagus banget,” tuturnya.

Suryani menambahkan, kedatangan Prabowo ke bantaran rel merupakan pengalaman yang belum pernah dilihatnya sepanjang hidup.

“Dari saya kecil sampai saya sudah punya anak, sampai punya cucu, belum ada namanya Bapak Presiden datang ke bantaran rel. Cuma Bapak Presiden Prabowo saja yang datang,” katanya.

Momen tersebut pula yang membuat Suryani terharu ketika mengenang kehidupan yang dulu dijalaninya kini telah berubah.

“Makanya saya terharu banget sama Bapak Prabowo, senang banget saya,” ujarnya.

Suryani pun menitipkan doa untuk Presiden Prabowo dan keluarganya.

“Semoga Bapak dikasih sehat dan rezekinya yang banyak dan keluarganya,” pungkas Suryani.

Topik Menarik